Bisakah Dry Ice Atasi Kabut Asap Kebakaran Hutan?

Sumatera Selatan menjadi salah satu wilayah prioritas untuk uji coba teknologi dry ice.

Jadi intinya...
  • Teknologi dry ice dikaji untuk atasi kabut asap karhutla di Sumatera Selatan.
  • Sumsel menjadi prioritas uji coba, terutama di lokasi strategis seperti bandara.
  • Dry ice diharapkan mengurai lapisan inversi atmosfer agar asap bisa bergerak keluar.

Liputan6.com, Jakarta - Teknologi penyemaian dry ice atau karbon dioksida padat tengah dikaji sebagai alternatif untuk mengatasi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan (Sumsel). Teknologi ini diharapkan dapat membantu mengurai lapisan atmosfer yang membuat asap terperangkap di suatu wilayah.

Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan, provinsinya menjadi salah satu wilayah prioritas untuk uji coba teknologi tersebut, terutama di Kota Palembang yang terdampak kabut asap.

Menurut Herman, rencana penerapan teknologi dry ice merupakan inovasi baru hasil kerja sama Indonesia dan Thailand. Hal itu disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat koordinasi penanganan karhutla secara daring yang diikuti Herman di Palembang, Senin.

Penyemaian dry ice direncanakan diprioritaskan di lokasi strategis yang terdampak kabut asap, seperti bandara dan lapangan udara milik TNI.

"Minimal dilakukan di tempat strategis seperti bandara, lapangan udara milik TNI mungkin, dengan teknologi dry ice," tutur Herman, dikutip Selasa (13/10/2026), dilansir dari Antara.

Herman mengatakan, uji coba dengan skala lebih besar direncanakan berlangsung di Sumsel. Pelaksanaannya akan didukung pengangkutan dry ice menggunakan pesawat Hercules, sesuai arahan Presiden.

 

Pengaruhi Atmosfer

Sementara itu, Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis menjelaskan, penyemaian dry ice masih dikaji sebagai salah satu alternatif penanganan kabut asap. Metode ini diarahkan untuk memengaruhi kondisi atmosfer yang dapat menghambat pertumbuhan awan.

Ia menjelaskan, salah satu kondisi atmosfer yang menjadi perhatian adalah lapisan inversi, yakni keadaan ketika suhu udara meningkat seiring bertambahnya ketinggian pada lapisan tertentu. Kondisi tersebut dapat menghambat pergerakan udara secara vertikal sehingga asap terperangkap dan menumpuk di suatu wilayah, sekaligus menghambat pertumbuhan awan.

Melalui penyemaian dry ice, diharapkan hambatan atmosfer terhadap pertumbuhan awan dapat dikurangi dan asap yang terperangkap bisa bergerak keluar mengikuti arah angin.

"Dengan dry ice, diharapkan dapat menghilangkan penghambat tumbuhnya awan sekaligus agar asap yang terjebak bisa bergerak ke luar mengikuti angin. Secara konsep agak berbeda dengan teknik penyemaian awan," kata Wandayantolis.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6