Liputan6.com, Jakarta - Masyarakat dan nelayan di sekitar Gunung Anak Krakatau (GAK), Selat Sunda, diminta tidak mendekati pusat erupsi dalam radius 5 kilometer. Imbauan ini menyusul kenaikan status gunung api tersebut ke Level III atau Siaga.
Perluasan radius bahaya itu menjadi perhatian serius, terutama bagi nelayan yang beraktivitas di perairan sekitar Anak Krakatau.
Mereka masih diperbolehkan melaut, tetapi wajib mematuhi batas aman yang telah ditetapkan demi menghindari risiko akibat aktivitas vulkanik.
Advertisement
Kepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di Hargo Pancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Suwarno, mengatakan edukasi kepada masyarakat masih perlu ditingkatkan. Sebab, masih ada warga yang nekat mendekati kawasan gunung api meski statusnya sudah Siaga.
Menurut Suwarno, kondisi tersebut kemungkinan terjadi karena sebagian masyarakat belum mengetahui atau memahami rekomendasi keselamatan yang berlaku.
"Mungkin dia belum membaca rekomendasi atau belum ada kabar yang lainnya mungkin," kata Suwarno, Selasa (13/10/2026).
Suwarno menegaskan, penetapan radius bahaya bukan berarti seluruh aktivitas di laut sekitar Anak Krakatau dilarang. Nelayan tetap dapat melaut selama tidak memasuki zona terlarang dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi.
"Silakan saja mau aktivitas di laut segala macam, cuma jangan mendekati radius yang sudah ditentukan," jelasnya.
Dia mengaku terus berupaya memberikan pemahaman kepada masyarakat yang ditemuinya di sekitar wilayah tugas. Edukasi tersebut meliputi tingkat aktivitas gunung api, batas radius bahaya, hingga potensi letusan yang perlu diantisipasi.
"Saya selalu memberikan edukasi kepada mereka supaya tahu radiusnya, kemudian levelnya, kemudian letusannya yang dikhawatirkan," kata Suwarno.
Pemahaman terhadap rekomendasi keselamatan dinilai penting agar masyarakat tidak mengambil risiko saat beraktivitas di perairan Selat Sunda.
Radius bahaya Gunung Anak Krakatau kini diperluas menjadi 5 kilometer dari sebelumnya 3 kilometer. Perubahan tersebut membuat masyarakat harus lebih memperhatikan batas wilayah yang tidak boleh didekati.
Suwarno menduga perluasan radius berkaitan dengan kekhawatiran terhadap lontaran material vulkanik saat terjadi erupsi. Namun, dia tidak memastikan alasan teknis di balik perubahan rekomendasi tersebut.
"Iya, seperti itu mungkin. Mungkin lebih besar semburannya yang dikhawatirkan," ujarnya.
Adapun dasar teknis penetapan radius bahaya perlu merujuk pada rekomendasi resmi Badan Geologi.
Dengan status Level III atau Siaga, masyarakat juga diingatkan agar tidak menganggap kondisi Anak Krakatau aman hanya karena erupsi tidak selalu terlihat secara langsung.
Di sisi lain, kelengkapan peralatan pemantauan menjadi bagian penting dalam mengawasi aktivitas Gunung Anak Krakatau. Salah satunya kamera pengawas atau CCTV yang membantu petugas mengamati kondisi visual gunung dari jarak jauh.
Suwarno menjelaskan, pengamatan visual melalui CCTV memiliki fungsi berbeda dengan pemantauan kegempaan. Kamera membantu petugas melihat kondisi tubuh gunung api, sedangkan peralatan seismik merekam aktivitas kegempaan.
Karena itu, kelengkapan perangkat pemantauan dibutuhkan untuk mendukung pengawasan aktivitas vulkanik secara optimal.
Sebelumnya, Kepala Pos Pengamatan Anak Krakatau di Pasauran, Banten, Deny Mardiono, menjelaskan Stasiun Lava 93 masih beroperasi menggunakan sensor kegempaan dan CCTV setelah delapan aki yang menjadi sumber daya peralatan pemantauan dicuri pada 27 September 2026.
Meski sejumlah perangkat masih beroperasi, kejadian pencurian tersebut menjadi perhatian karena peralatan pemantauan berperan penting dalam mendukung pengamatan aktivitas Anak Krakatau.
Masyarakat dan nelayan di sekitar Selat Sunda pun diimbau terus mengikuti rekomendasi resmi petugas dan tidak memasuki radius bahaya yang telah ditetapkan.
Â
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372384/original/088941600_1791878335-cek_fakta_BSU_Oktober_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366130/original/016498100_1791253536-033A5626.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372163/original/076659600_1791870152-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-10-13T123856.209.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6363680/original/024922800_1779238711-Tugas__15_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372116/original/028059300_1791867900-IMG_4572.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372591/original/014064900_1791884251-1001757331.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372554/original/041295500_1791882935-1260546.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372391/original/013546900_1791878522-1001755377.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4082648/original/052985800_1657258730-2012.i506.016_ramadan_charity_flat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372265/original/041961800_1791874320-Screenshot_20261013_091753_Instagram.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372244/original/098140600_1791872761-1001170820.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372212/original/079040000_1791871722-viral_kucing_dilempar.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372210/original/047857400_1791871543-IMG-20261013-WA0046.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5376360/original/049261700_1760001962-Ilustrasi_berdoa.jpg)