Sukses

Naik Turun Chelsea dan Potensi yang Tersembunyi

Liputan6.com, London - Frank Lampard diberi kepercayaan menangani Chelsea musim ini. Di tengah embargo transfer, Lampard mencoba membangun The Blues.

Pelatih berusia 41 tahun ini menjalankan tim dengan kekuatan gabungan pemain muda dan senior. Kombinasi ini dianggap bisa dikedepankan untuk mengarungi musim ini.

Tammy Abraham, Mason Mount, Fikayo Tomori, Kepa, dan Christian Pulisic merupakan wajah-wajah belia yang dapat diandalkan Chelsea musim ini. Mereka dibantu para senior semacam Marcos Alonso, Cesar Azpilicueta, Willian, Jorginho, hingga Pedro Rodriguez.

Partai pembuka Liga Inggris 2019-2020 mungkin ingin segera dilupakan Lampard, mengingat Chelsea takluk 0-4 dari Manchester United. Cesar Azpilicueta dan kawan-kawan juga kalah dalam drama du penalti kontra Liverpool di Piala Super Eropa 2019.

Menerima dua pukulan telak di awal, Lampard perlahan mulai menunjukkan pekerjaannya. Cara menyerang Chelsea menuai pujian. Tugas Lampard membenahi pertahanan klub London Barat tersebut. Belakangan memang itu menjadi masalah Chelsea musim ini.

Ketika meraih kemenangan atas Norwich City, Chelsea kebobolan dua gol. Demikian juga ketika menghajar Wolverhampton Wanderers dengan gelontoran lima gol akhir pekan lalu, gawang Kepa Arrizabalaga mesti kemasukan dua gol.

Teranyar, dini hari tadi WIB, Chelsea takluk 0-1 dari Valencia di Stamford Bridge dalam pertandingan perdana penyisihan grup Liga Champions 2019-2020. Lampard mengakui timnya bermain buruk.

"Kekecewaan bagi kami semua adalah bahwa kami tidak mendapatkan kesempatan untuk memenangkan pertandingan. Tidak ada masalah di ruang ganti," ungkap Lampard.

 

 

2 dari 3 halaman

Rapuhnya Pertahanan

Tapi, Chelsea kini menempati peringkat keenam di klasemen Liga Inggris setelah menjalani lima pertandingan. Rinciannya, Chelsea dua kali menang, dua kali imbang, dan sekali kalah.

Chelsea memasukkan 11 gol dan kemasukan 11 gol. Ini sekali lagi menjadi bukti rapuhnya lini belakang tim arahan Frank Lampard tersebut.

Tapi, kondisi tersebut bisa dimaklumi mengingat Chelsea tidak bisa membeli bek anyar, sedangkan mereka ditinggal David Luiz yang menyeberang ke Arsenal.

3 dari 3 halaman

Jangan Coret Dulu

Parahnya lagi, Chelsea juga harus ditinggal Mason Mount, yang cedera seriuas dalam laga kontra Valencia. Padahal, Mount jadi motor serangan baru The Blues musim ini.

Tak mengejutkan memang apabila melihat kiprah Chelsea sejauh ini. Namun, melihat potensi yang bisa dilakukan tim ini, bersaing untuk tiket Eropa musim depan masih masuk akal. Setidaknya, jangan coret Chelsea dulu dari persaingan. 

Saksikan video pilihan di bawah ini

Loading
Artikel Selanjutnya
Januari, Maurizio Sarri Berniat 'Gembosi' Chelsea
Artikel Selanjutnya
Selain N'Golo Kante, 'Virus FIFA' Menjangkiti Gelandang Chelsea?