Selain Saddil, 3 Kartu Merah Ini Pernah Lukai Timnas Indonesia

Saddil Ramdani mendapat kartu merah saat Timnas Indonesia U-19 bertemu Thailand di semifinal Piala AFF U-18 2017.

Diterbitkan 16 September 2017, 19:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Saddil Ramdani seharusnya menjadi pembeda di dalam skuat Timnas Indonesia U-19 yang berlaga di Piala AFF U-18 2017. Selain punya skill dan tendangan geledek, pengalamannya tampil di level yang lebih tinggi di SEA Games 2017 menjadi nilai lebih bagi Saddil saat tampil bersama skuat Garuda Nusantara.

Namun Saddil tersungkur oleh kerikil kecil. Provokasi yang dilakukan pemain Thailand dengan cepat menyulut emosinya. Tendangan ke bagian punggung langsung dibalas dengan menyikut dada pelaku. Akibat kejadian ini, wasit yang memimpin jalannya pertandingan mengeluarkan kartu merah bagi Saddil yang baru masuk selama 30 detik.

Timnas Indonesia U-19 pun harus tampil dengan 10 pemain di babak kedua. Meski tetap mendominasi, Garuda Nusantara gagal mencetak gol hingga laga semifinal di Thuwunna Stadium itu berakhir. Celakanya, di babak adu penalti, Garuda Nusantara kalah 2-3 sehingga terpaksa merelakan tiket final ke tangan tim Gajah Putih.

Pelatih Timnas Indonesia U-19, Indra Sjafri menganggap kartu merah yang diberikan kepada Saddil tidak tepat. Sebab yang memulai insiden tersebut adalah pemain Thailand. Menurut pelatih asal Sumatera Barat itu, Saddil seharusnya diberi kuning saja.

Keputusan wasit mengeluarkan kartu merah bagi sebuah pelanggaran memang kerap menimbulkan perdebatan. Namun menyikut pemain lawan dengan sengaja tetaplah pelanggaran berat dalam sepak bola. Tidak perduli apakah aksi tersebut dilakukan dengan sekuat tenaga atau tidak, keputusan wasit mengeluarkan kartu merah bakal sulit ditawar.

 

 

Dari Beckham Hingga Zidane

Kartu merah sendiri terkadang sulit dihindari. Upaya penyelamatan saat terdesak lawan juga tidak jarang harus dibayar pemain dengan meninggalkan lapangan. Tetapi bila hal ini didapat pada momen yang tidak tepat, kerugian lebih besar justru datang menghampiri.

Celakanya, mengontrol emosi juga bukan pekerjaan mudah bagi pemain. Sebab sebagai manusia, rasa kesal terkadang muncul bila terus menerus mendapat gangguan dari lawan--apalagi bila sudah menjurus ke permainan kasar. Tidak hanya bagi pemain berusia muda, pemain profesional ternama juga pernah mengalami kejadian seperti ini.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Sebut saja Zinedine Zidane yang menanduk Marco Materazzi pada final Piala Dunia di Berlin yang mempertemukan Prancis dan Italia pada 2006 lalu. Saat itu, Zizou yang tidak tahan dengan ocehan Materazzi juga lepas kontrol. Dia menanduk Materazzi saat babak tambahan berlangsung setelah kedua tim imbang 1-1 sepanjang babak normal. Akibatnya Prancis gagal menambah gol sampai akhirnya kalah 4-5 lewat adu penalti. Insiden yang sama juga pernah dialami David Beckham ketika Inggris bertemu Argentina di Piala Dunia 1998. Mantan pemain Manchester United itu juga kesal ulah Diego Simeone yang menabraknya dari belakang. Aksi Beckham juga tidak bermaksud mencederai lawan. Dalam posisi tengkurap di lapangan dia hanya mengaitkan kakinya ke arah Simeone yang berusaha bangkit. Meski demikian, wasit tetap bertindak tegas dan mengeluarkan kartu kuning kedua bagi Bechkam. Argentina pun memenangi laga perdelapan final lewat adu penalti dengan skor 4-3, setelah dalam waktu normal hingga perpanjangan waktu laga melawan Inggris berakhir dengan skor 2-2. Selain Saddil, sejumlah pemain Indonesia lainnya juga pernah berada dalam situasi yang sama. Kartu merah yang mereka dapatkan harusnya bisa dicegah seandainya mampu menjaga emosi atau lebih berhati-hati dalam melakukan pelanggaran. Berikut ini tiga insiden kartu merah tidak penting yang pernah lukai timnas Indonesia:

Halaman
Show All
Marco Tampubolon, Edu KrisnadefaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan