Kisah Modric: Trauma Perang Berakhir Suka Cita

Lahir di Zadar, Yugoslavia, 9 September 1985 Modric dibesarkan di tengah perang Balkan.

Diterbitkan 30 Januari 2016, 17:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Menurut Basic, Modric jarang mengungkap kisah hidup semasa kecil ke media. Sebab, masa lalunya sangat sulit dan berat. Terutama sebelum Ayahnya kembali dari perang. Bagi Modric, perang telah menimbulkan trauma besar dalam hidupnya. Tapi perang dan kemiskinan pula yang membuat Modric menjadi manusia lebih kuat.

Baca Juga

  • Aston Villa Vs Manchester City: The Citizens Buru 'Quadruple'
  • Jelang Lawan Atletico, Messi Berlatih dengan Sepatu Misterius
  • Enrique: Lawan Atletico Madrid Bukan Laga Menentukan

"Saya tidak ingin menyimpan kisah itu selamanya. Tapi saya tidak ingin melupakannya. Karena itu, saya memiliki keyakinan siap menghadapi rintangan apapun," ujar Modric.

Basic tahu, sangat sulit bagi Modric untuk melupakan masa -masa sulit itu. Setiap hari, ribuan granat dilemparkan ke arah arena bermain sepak bola di mana banyak anak-anak bermain. Ketika ada ledakan, praktis anak-anak itu termasuk Modric lari tunggang langgang menyelamatkan diri ke kamp penampungan.

"Ribuan granat, dilemparkan dari atas bukit, jatuh di lapangan bermain. Kejadian ini berlangsung bertahun -tahun, dan kami selalu berlomba untuk mencapai tempat penampungan. Sepak bola adalah cara kami melarikan diri dari kenyataan."

Setelah beberapa kali gonta -ganti tempat tinggal dan sekolah, Modric direkrut Zagreb. Baru mulai meretas karier di sepak bola, perang membuat Modric harus meninggalkan lapangan hijau lagi.

Wajib Militer

Pemain mungil ini harus mengikuti program wajib militer selama satu tahun. Dia bertugas bersama tentara Spanyol untuk merehabilitasi daerah Mostar yang porak-poranda karena perang.

Di tengah wajib militer tersebut, Modric sempat bermain untuk HSK Zrinjski Mostar. Bersama klub tersebut, dia tampil memukau dan tampil menjadi pemain terbaik. Modric kemudian menjalani masa pinjaman di NK Inter Zapresic.

Manajer Spanyol yang ketika itu menangangi Tottenham Hotspur ini tidak ragu memboyong Modric ke Inggris pada 2008. Bersama The Lily Whites, karier Modric terus melesat. Bahkan, pada 2012 lalu Modric menjadi rebutan Tottenham dan Real Madrid. 

Gayung bersambut, Modric akhirnya bergabung dengan klub impian sepak bola sejagat, Real Madrid.  Modric pindah ke Madrid dengan nilai transfer mencapai 30 juta euro atau sekitar Rp 450 miliar. 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Rejdo Prahananda, Edu KrisnadefaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan