Top 3: Warga Ngontrak Bisa Dapat Bantuan Bedah Rumah, Ini Syaratnya

Berikut tiga artikel terpopuler di Kanal Bisnis Liputan6.com yang dirangkum pada Senin, (2/11/2026).

Diterbitkan 02 November 2026, 06:30 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Masyarakat yang tinggal di rumah kontrakan kini dipastikan tetap bisa memperoleh bantuan bedah rumah dari pemerintah. Kepastian ini disampaikan langsung oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait terkait skema program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

Kabar tersebut disampaikan Maruarar saat meninjau langsung lokasi penerima bantuan bedah rumah di Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu, 1 November 2026.

"Sudah lama dikasih tahu. Jadi yang punya rumah boleh, yang ngontrak pun boleh," ucap Ara, sapaan akrab Menteri Maruarar Sirait.

Ia menjelaskan, kebijakan ini sengaja dihadirkan Kementerian PKP agar masyarakat yang kesulitan membeli rumah, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta tetap bisa menikmati hunian yang layak.

"Kenapa? Karena di Jakarta dan banyak kota besar itu banyak rakyat kita tidak mampu ya beli rumah, dia ngontrak terus-terusan. Kalau kita membuat peraturan yang boleh diperbaiki hanya yang punya rumah, kapan rakyat-rakyat ini diperbaiki?," katanya.

Artikel Warga Ngontrak Bisa Dapat Bantuan Bedah Rumah, Ini Syaratnya menyita perhatian pembaca di Kanal Bisnis Liputan6.com. Ingin tahu artikel terpopuler lainnya di Kanal Bisnis Liputan6.com? Berikut tiga artikel terpopuler di Kanal Bisnis Liputan6.com yang dirangkum pada Senin, (2/11/2026):

1. Warga Ngontrak Bisa Dapat Bantuan Bedah Rumah, Ini Syaratnya

Masyarakat yang tinggal di rumah kontrakan kini dipastikan tetap bisa memperoleh bantuan bedah rumah dari pemerintah. Kepastian ini disampaikan langsung oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait terkait skema program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

Kabar tersebut disampaikan Maruarar saat meninjau langsung lokasi penerima bantuan bedah rumah di Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu, 1 November 2026.

"Sudah lama dikasih tahu. Jadi yang punya rumah boleh, yang ngontrak pun boleh," ucap Ara, sapaan akrab Menteri Maruarar Sirait.

Ia menjelaskan, kebijakan ini sengaja dihadirkan Kementerian PKP agar masyarakat yang kesulitan membeli rumah, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta tetap bisa menikmati hunian yang layak.

"Kenapa? Karena di Jakarta dan banyak kota besar itu banyak rakyat kita tidak mampu ya beli rumah, dia ngontrak terus-terusan. Kalau kita membuat peraturan yang boleh diperbaiki hanya yang punya rumah, kapan rakyat-rakyat ini diperbaiki?," katanya.

Berita selengkapnya baca di sini

2. Bahlil Dorong Hilirisasi Nikel Fokus ke Produk Baterai EV

Pemerintah mulai mengarahkan investasi hilirisasi nikel ke tahap yang lebih maju, yakni fokus pada pembuatan produk akhir seperti baterai kendaraan listrik. Langkah ini mendorong pengembangan industri nasional agar tidak berhenti pada pembangunan smelter maupun pembuatan bahan setengah jadi semata.

Pengembangan industri lanjutan tersebut diproyeksikan mencakup penyediaan bahan baku baterai, sel baterai, hingga produk baja nirkarat jadi. Melalui pendalaman rantai industri ini, pemerintah bertekad memaksimalkan manfaat pengolahan nikel bagi penyerapan tenaga kerja sekaligus peningkatan kemampuan teknologi dalam negeri.

"Hilirisasi kita tidak boleh berhenti pada produk setengah jadi. Kita harus bergerak sampai menghasilkan produk akhir,termasuk baterai kendaraan listrik, agar nilai tambah, lapangan pekerjaan, dan penguasaan teknologi benar-benar berada di Indonesia," ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam keterangannya, Minggu (1/11/2026).

Berita selengkapnya baca di sini

3. Cek Daftar Harga BBM Pertamina 1 November 2026

Harga bahan bakar minyak (BBM) Pertamina masih stabil pada 1 November 2026. Pertamina biasanya menampilkan perubahan harga BBM setiap awal bulan.

Akan tetapi,berdasarkan data harga BBM Pertamina di website Pertamina Patra Niaga masih menunjukkan harga pada awal September 2026.

Di Jakarta, Pertalite yang merupakan BBM penugasan pemerintah dijual Rp 10.000 per liter. Sedangkan Biosolar sebagai BBM bersubsidi ditetapkan Rp 6.800 per liter.

Sementara itu, harga BBM nonsubsidi masih mempertimbangkan sejumlah faktor, termasuk kondisi masyarakat dan perkembangan harga minyak dunia. Namun, melihat di website Pertamina Patra Niaga belum ada perubahan pada 1 November 2026 dan masih menunjukkan harga pada September 2026.

 

Berita selengkapnya baca di sini

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6