IHSG Sepekan Berpeluang Kembali Lesu, Sentimen Ini Membayangi

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bergerak di level 4.907-5.317 selama sepekan.

Diterbitkan 02 November 2026, 06:30 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melanjutkan koreksi pada perdagangan saham 2-6 November 2026. Sejumlah sentimen akan mempengaruhi IHSG sepekan, salah satunya saham high shareholding concentration (HSC) yang dikeluarkan dari perhitungan IHSG.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG masih rawan melanjutkan koreksi sepekan. IHSG akan bergerak di level support 4.907 dan level resistance 5.317. Sejumlah sentimen yang akan pengaruhi IHSG antara lain penerapan kebijakan HSC pada 2 November 2026. Emiten-emiten yang masuk dalam kategori HSG akan dikeluarkan dari formulasi perhitungan IHSG.

Selain itu, rilis data Purchasing Manufacture Index (PMI) dan inflasi Indonesia Oktober 2026 juga akan mempengaruhi IHSG. Inflasi Indonesia diperkirakan masih meningkat. “Serta ada rilis Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia,” kata Herditya saat dihubungi Liputan6.com.

Sentimen internal lainnya, Herditya menuturkan, pasar menanti akan MSCI review pada pekan selanjutnya.

Ia menambahkan, ada pemilihan paruh waktu di AS juga akan membayangi IHSG.

Hal senada disampaikan Senior Technical Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta. Ia menuturkan, IHSG sepekan secara tren masih dalam kondisi momentum bearish (melemah). Jika Nafan prediksi, pergerakan IHSG ada potensi melemah terbatas. Sejumlah sentimen baik eksternal dan internal mempengaruhi IHSG.

Pertama, menurut Nafan aksi jual investor asing masih menekan IHSG. Hal ini seiring MSCI membuka konsultasi terkait perubahan status pasar saham Indonesia. Kedua, kebijakan BEI yang mengeluarkan saham HSC dari perhitungan IHSG mulai 2 November 2026.

“Saham-saham HSC dikecualikan dari perhitungan IHSG ini bagian dari reformasi pasar modal, demi meningkatkan transparansi, meningkatkan kredibilitas,” kata dia.

Nafan mengatakan, saham HSC yang dikeluarkan dari perhitungan IHSG akan memperbaiki indeks saham.

Ketiga, sentimen geopolitik yang mempengaruhi harga minyak. “Ada kekhawatiran pelaku pasar Amerika Serikat akan melakukan tindakan baru Iran setelah pemilihan paruh waktu AS,” ujar Nafan.

Nafan menuturkan, IHSG akan berada di level support 4.969 dan 4.907, sedangkan level resistance di 5.246 dan 5.326.

Untuk sektor saham pilihan antara lain sektor saham energi, basic, perawatan kesehatan, properti, teknologi dan keuangan.

Kinerja IHSG Pekan Lalu

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok signifikan pada perdagangan saham 26-30 Oktober 2026. Analis menilai, koreksi IHSG sepekan didorong aliran dana yang keluar dari pasar saham dan rilis the Federal Reserve (the Fed) soal suku bunga.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), Sabtu (31/10/2026), IHSG sepekan merosot 7,03% dan ditutup ke level 5.057,05 dibandingkan pekan lalu 5.439,25.

Kapitalisasi pasar saham merosot 7,52% menjadi Rp 8.862 triliun dibandingkan pekan lalu Rp 9.583 triliun.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG sepekan merosot 7,03% dan masih disertai dengan munculnya tekanan jual. Ada sejumlah sentimen yang mempengaruhi IHSG sepekan.

Pertama, Herditya menuturkan, tekanan aliran dana yang keluar atau outflow masih mendominasi IHSG setelah pengumuman usulan dari MSCI mengenai perubahan status pasar saham Indonesia. Namun, sisi lain, pemangku kebijakan telah mengambil langkah mitigasi untuk hal itu. Selain itu, ada aksi buyback saham dari beberapa emiten tanpa RUPS yang diperpanjang hingga 2027.

 

 

Aksi Investor Asing

Kedua, pasar menanti akan ada kebijakan high shareholding concentration (HSC) yang akan berlaku 2 November 2026 di mana akan dikeluarkan dari formulasi perhitungan IHSG.

“Ketiga, rilis Fed Fund Rate yang masih berada pada level 3,75%-4% pada pekan ini, meskipun tidak menutup kemungkinan aka nada kenaikan pada akhir 2026 dan awal 2027,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.

Keempat, Herditya menuturkan, rupiah masih dalam tekanan dan masih terdepreasi terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan saat ini berada di level 18.158 per dolar AS.

Di sisi lain, rata-rata nilai transaksi harian mengalami penyesuaian 29,49% menjadi Rp 14,33 triliun dari pekan lalu Rp 20,34 triliun. Rata-rata frekuensi transaksi harian merosot 20,99% menjadi 1,54 juta kali transaksi dibandingkan 1,95 juta kali transaksi pada pekan lalu. Selain itu, rata-rata volume transaksi harian merosot 18,85% menjadi 32,43 miliar saham dari 39,95 miliar saham pada pekan lalu.

Selama sepekan, investor asing masih mencatat aksi jual saham di pasar saham Indonesia. Tercatat investor asing melepas saham Rp 3,05 triliun. Aksi jual saham ini lebih kecil dibandingkan pekan lalu Rp 6,67 triliun.

  • liputan6
    Saham adalah hak yang dimiliki orang (pemegang saham) terhadap perusahaan berkat penyerahan bagian modal sehingga dianggap berbagai dalam pe
    Saham
  • liputan6
    Analisis komprehensif ini membahas tren pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), dampak rebalancing MSCI, rekomendasi saham terkini, pengertian dan komponen IHSG, serta faktor-faktor penggeraknya.
    Ihsg
  • IHSG Sepekan
  • HSC
  • Perdagangan Saham