Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah berada di kisaran 18.100Â per dolar Amerika Serikat (AS) pada Senin (26/10/2026). Berdasarkan data Google Finance, rupiah berada di level 18.123 per dolar AS. Sementara itu, kurs tengah yang ditampilkan Wise berada di level 18.130 per dolar AS.
Kurs dolar AS di sejumlah bank Indonesia bervariasi. Berikut daftar kurs beli dan jual dolar AS di lima bank besar:
Bank Mandiri
Advertisement
- Beli: Rp 17.870 per dolar AS
- Jual: Rp 18.170 per dolar AS
Pembaruan: pukul 12.51 WIB
BCA
- Beli: Rp 17.890 per dolar AS
- Jual: Rp 18.170 per dolar AS
Pembaruan: pukul 10.07 WIB
BNI
- Beli: Rp 17.880 per dolar AS
- Jual: Rp 18.180 per dolar AS
BRI
- Beli: Rp 18.098 per dolar AS
- Jual: Rp 18.143 per dolar AS
Maybank Indonesia
- Beli: Rp 18.035 per dolar AS
- Jual: Rp 18.235 per dolar AS
Dari lima bank tersebut, Bank Mandiri mencatat kurs beli terendah, yakni Rp 17.870 per dolar AS. Sementara itu, BRI menawarkan kurs jual terendah sebesar Rp 18.143 per dolar AS.
Adapun Maybank Indonesia mencatat kurs jual tertinggi, yaitu Rp 18.235 per dolar AS.
Kurs beli merupakan nilai yang digunakan bank saat membeli dolar AS dari nasabah. Sebaliknya, kurs jual adalah nilai yang digunakan bank saat menjual dolar AS kepada nasabah.
Rupiah Melemah Akibat Konflik Timur Tengah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4282588/original/045207500_1672910856-Imbas_potensi_perlambatan_ekonomi_nilai_rupiah_melemah_terhadap_dollar-ANGGA_7.jpg)
Sebelumnya, nilai i tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka melemah pada perdagangan Senin pagi. Mata uang Garuda terkoreksi tipis 9 poin atau 0,05% hingga menyentuh level 18.089 per dolar AS. Pelemahan ini dipicu oleh ketakutan pasar terhadap memanasnya kembali konflik geopolitik di wilayah Asia Barat atau Timur Tengah.
"Rupiah diperkirakan masih melemah terhadap dolar AS di tengah kekhawatiran eskalasi tensi geopolitik Timteng yang kembali membuat harga minyak naik di atas US$ 100 per barel," kata analis Doo Financial, Lukman Leong dikutip Antara, Senin (26/10/2026).
Kenaikan harga minyak mentah dunia memang menjadi penekan utama. Mengutip Xinhua, harga minyak jenis Brent melonjak ke titik tertingginya sejak akhir April lalu akibat kecemasan pasar terhadap meluasnya bentrokan di Timur Tengah.
Pada penutupan Sabtu (24/10), minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember melesat 3,14% ke posisi US$ 116,72 per barel. Di saat bersamaan, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember juga menguat 3,82% menjadi US$ 103,27 per barel.
Sentimen negatif tersebut diperparah oleh kekhawatiran para investor atas potensi pecahnya pertempuran baru. Langkah ini menyusul beredarnya laporan bahwa Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel telah menyusun skenario serangan ke Iran setelah pemilihan paruh waktu AS pada 3 November mendatang.
Situasi di kawasan tersebut kian membara setelah media pemerintah Iran mengabarkan adanya serangkaian serangan terhadap kapal-kapal di area Teluk dan Selat Hormuz. Merespons eskalasi yang terjadi, Washington langsung memerintahkan jajaran staf non-darurat beserta keluarga mereka untuk segera angkat kaki dari Arab Saudi.
Advertisement
Kondisi Dalam Negeri
Tak hanya faktor global, tekanan terhadap mata uang garuda juga datang dari dalam negeri. Aksi lepas aset atau outflow modal asing di pasar saham domestik tercatat masih terus menggerus pergerakan rupiah.
"Outflow masih cukup besar, rata-rata harian masih Rp 1 - Rp 2 triliunan," ungkap Lukman.
Melihat kombinasi tekanan eksternal dan internal tersebut, pergerakan rupiah sepanjang hari ini diproyeksikan bakal mentok di rentang 18.050 hingga 18.150 per dolar AS.
Â
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382447/original/017524100_1792996400-Anies_Cek_Fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5486120/original/097525000_1769575957-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-01-28T114945.709.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382280/original/090010700_1792986930-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-10-26T105247.852.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344493/original/042033300_1788947267-HOAX__15_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4803210/original/041541900_1713259102-20240416-Pelemahan_Mata_Uang_Rupiah-MER_1.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3181744/original/039116300_1594892567-20200716-Rupiah-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380633/original/023638000_1792728370-email-attachment_2026_10_23_immanuel-christian_bi-turunkan-gwm-jadi-7-dan-kurangi-srbi-untuk-tambah-likuiditas_AAF85787-3B1B-411D-82C5-E6C4585DC31E.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5579576/original/026720500_1778057267-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4875743/original/064820600_1719401843-20240626-Rupiah_Melemah-ANG_6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3181744/original/039116300_1594892567-20200716-Rupiah-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4875742/original/093303000_1719401842-20240626-Rupiah_Melemah-ANG_5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380633/original/023638000_1792728370-email-attachment_2026_10_23_immanuel-christian_bi-turunkan-gwm-jadi-7-dan-kurangi-srbi-untuk-tambah-likuiditas_AAF85787-3B1B-411D-82C5-E6C4585DC31E.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4282582/original/062080800_1672910733-Imbas_potensi_perlambatan_ekonomi_nilai_rupiah_melemah_terhadap_dollar-ANGGA_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3291090/original/060643400_1604902998-20201109-Donald-Trump-Kalah-Pilpres-AS_-Rupiah-Menguat-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5702050/original/004842100_1778582833-2.jpg)