Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah menutup perdagangan akhir pekan pada Jumat dengan bergerak melemah sebesar 20 poin atau 0,11%. Rupiah kini bertengger di posisi 18.080 per dolar AS, terdepresiasi dari penutupan perdagangan sebelumnya di level 18.060 per dolar AS.
Analis mata uang sekaligus Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuabi, mengungkapkan bahwa pelemahan mata uang Garuda dipicu oleh rilis data klaim pengangguran awal di Amerika Serikat (AS) yang melampaui ekspektasi pasar.
"Data klaim pengangguran awal AS untuk pekan yang berakhir pada 17 Oktober tercatat lebih baik dari perkiraan, yakni sebesar 194 ribu," ucap Ibrahim dikutip Antara, Jumat (23/10/2026).
Advertisement
Realisasi angka tersebut berada di bawah proyeksi awal maupun capaian periode sebelumnya yang sebesar 200 ribu. Capaian ini sekaligus menyentuh posisi terendah dalam kurun hampir 57 tahun terakhir.
Di sisi lain, pergerakan rupiah juga terseret sentimen geopolitik Timur Tengah menyusul kekhawatiran atas potensi gangguan pasokan energi akibat serangan kelompok Ansarullah Yaman (Houthi) ke wilayah Arab Saudi.
Langkah Antisipasi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2911571/original/043598100_1568521599-Ilustrasi_fasilitas_minyak_Aramco_Arab_Saudi__Creative_Commons_Pixabay_.jpg)
Sebagai langkah antisipasi, Saudi Aramco pada Kamis (22/10/2026) telah menginstruksikan evakuasi kantor pusatnya di Dhahran, kawasan Teluk yang berdekatan dengan Bahrain, seiring meningkatnya eskalasi konflik antara negara eksportir minyak mentah terbesar dunia tersebut dengan kelompok Ansarullah.
"Bentrokan antara kelompok Houthi dan koalisi pimpinan Arab Saudi yang mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional terus berkecamuk sejak kelompok Houthi bergerak maju menuju Bab el-Mandeb, sebuah jalur pelayaran strategis di mulut Laut Merah," jelas Ibrahim.
Sejalan dengan pergerakan di pasar spot, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini turut mencatatkan pelemahan ke level 18.069 per dolar AS, turun dari posisi sebelumnya di level 18.047 per dolar AS.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380756/original/071937100_1792737316-Screenshot_2026-10-23_124005.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380731/original/013852100_1792736272-cek_fakta_-_ikan_budidaya_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5382328/original/091326000_1760578848-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-10-15T134632.180.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4066076/original/004010200_1656393110-Rampok1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3181744/original/039116300_1594892567-20200716-Rupiah-1.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3181744/original/039116300_1594892567-20200716-Rupiah-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4282582/original/062080800_1672910733-Imbas_potensi_perlambatan_ekonomi_nilai_rupiah_melemah_terhadap_dollar-ANGGA_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3291090/original/060643400_1604902998-20201109-Donald-Trump-Kalah-Pilpres-AS_-Rupiah-Menguat-4.jpg)