Harga Perak Antam Hari Ini 10 Agustus 2026 Naik Rp 250

Berikut daftar harga perak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) saat harga perak dunia melemah pada Senin, (10/8/2026).

Diterbitkan 10 Agustus 2026, 10:11 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga perak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menguat pada perdagangan Senin, (10/8/2026).Harga perak Antam hari ini berlawanan dengan harga perak dunia yang melemah dan harga emas Antam stabil.

Mengutip laman logam mulia, harga perak Antam hari ini naik Rp 250 menjadi Rp 42.800. Pada perdagangan sebelumnya, harga perak Antam ditetapkan Rp 42.550.

Antam menawarkan perak batangan 250 gram, 500 gram dan perak butiran murni 99,95%. Harga perak batangan 250 gram dibanderol Rp 11,22 juta dan harga perak batangan 500 gram ditetapkan Rp 21.525.00. Namun, logam perak batangan itu belum tersedia.

Lalu bagaimana harga perak dunia?

Mengutip tradingeconomics.com, harga perak dunia turun 0,28% menjadi US$ 63,40.

Harga perak dunia diperdagangkan di kisaran US$ 64 per ons pada Senin, 10 Agustus 2026 setelah melonjak lebih dari 10% pekan lalu. Hal itu didorong oleh kontraksi tak terduga di pasar tenaga kerja Amerika Serikat (AS) yang membuat pelaku pasar menurunkan harapan mengenai kenaikan suku bunga the Federal Reserve (the Fed) dalam waktu dekat.

Data yang diriliis pada Jumat pekan lalu menunjukkan ekonomi Amerika Serikat (AS) secara tak terduga kehilangan 23.000 lapangan kerja pada Juli, berbeda jauh dari perkiraan penambahan 80.000 lapangan kerja, menyusul penambahan Juni yang direvisi turun menjadi 20.000.

Pasar kini memperkirakan adanya peluang sekitar 44% untuk kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada September, turun dari 67% pada pekan sebelumnya. Perak juga mampu mempertahankan kenaikan harganya meskipun harga minyak meningkat akibat ketidakpastian yang terus berlanjut terkait upaya pembukaan kembali Selat Hormuz.

Iran menyatakan, pembicaraan dengan Oman hampir mencapai kesepakatan, namun membantah adanya negosiasi langsung dengan AS, terlepas dari klaim Washington kesepakatan akan segera tercapai.

Harga Emas Dunia

Sebelumnya, harga emas dunia melambung pada perdagangan Jumat, 7 Agustus 2026 (Sabtu pagi Jakarta) hingga mencapai level tertinggi dalam tujuh minggu. Lonjakan harga emas dunia ini terjadi setelah penurunan tak terduga dalam data non-farm payrolls Amerika Serikat (AS) pada Juli memupus sentimen kenaikan suku bunga dan membawa emas menuju kinerja mingguan terbaik dalam tujuh bulan.

Mengutip CNBC, Sabtu (8/8/2026), harga emas spot melonjak 2,3% menjadi US$ 4.336,11 per ons setelah sempat naik lebih dari 3% ke level tertinggi sejak 17 Juni.

Emas diperkirakan mencatat kenaikan mingguan terbesar sejak 19 Januari. Harga emas telah naik lebih dari 7% sepekan ini. Kontrak berjangka emas AS menguat 2,3% menjadi US$ 4.396,9.

 

Sentimen Harga Emas Lainnya

Data non-farm payrolls menunjukkan penurunan sebanyak 23.000 pekerjaan bulan lalu menyusul revisi penurunan angka kenaikan Juni menjadi 20.000, menurut Biro Statistik Tenaga Kerja Departemen Tenaga Kerja AS. Para ekonom yang disurvei oleh Reuters sebelumnya memperkirakan kenaikan lapangan kerja sebesar 80.000 bulan lalu.

"Data lapangan kerja yang lebih lemah dari perkiraan menciptakan skenario di mana The Fed kemungkinan kecil akan menaikkan suku bunga pada pertemuan berikutnya," ujar Direktur High Ridge Futures, David Meger.

Meger menuturkan, penurunan harga energi dan kemungkinan kecilnya kenaikan suku bunga The Federal Reserve (the Fed) sama-sama mengisyaratkan pelemahan dolar dan penguatan harga emas.

Pasar kontrak berjangka suku bunga kini memperhitungkan peluang sebesar 43,9% bagi pengetatan kebijakan The Fed pada September, dibandingkan dengan 57% sebelum laporan lapangan kerja dirilis, menurut data LSEG. Probabilitas The Fed akan mempertahankan suku bunga tetap stabil bulan depan naik menjadi 60,4%, dibandingkan 43,2% tepat sebelum data tersebut dirilis.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6