PLTS Bakal Dibangun di Tol Trans Jawa, ESDM Mulai Kajian Tahun Ini

Kementerian ESDM mulai melakukan kajian untuk mengembangkan PLTS di sepanjang Tol Trans Jawa.

Diterbitkan 07 Agustus 2026, 08:26 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) akan dilakukan di sepanjang tol Trans Jawa seiring keberhasilan pemasangan PLTS di pinggir tol Bali-Mandara. Selain itu, pengembangan PLTS tersebut untuk menyukseskan program PLTS 100 GW.

Kementerian ESDM pun melakukan kajian pada 2026 untuk mengembangkan PLTS di sepanjang tol Trans Jawa itu.

“Nanti pengembangan ke depan, kemarin kami minta untuk kaji kalau sepanjang tol Jawa itu kira-kira dapat berapa (kapasitas PLTS),” tutur Plt Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Tri Winarno ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis,6 Agustus 2026, dikutip dari Antara, Jumat (7/8/2026).

Tri mempertimbangkan keberhasilan pemasangan PLTS di pinggir tol Bali Mandara. Tri menuturkan, kajian pengembangan PLTS di sepanjang tol Trans-Jawa akan dimulai 2026.

Adapun yang menjadi perhatian dari pemerintah terkait pengembangan PLTS di sepanjang jalan tol adalah faktor angin yang kencang. Kondisi tersebut, menurut dia, akan memengaruhi peletakan dan posisi dari PLTS yang akan dipasang.

Aspek-aspek itu yang Tri sampaikan akan menjadi bagian dari kajian pengembangan PLTS di tepi jalan tol.

Sementara itu, untuk mengeksekusi proyek tersebut, Tri menuturkan pemerintah membutuhkan waktu paling cepat tahun depan.

“Tahun ini sudah Agustus. Jadi tahun depan dieksekusi,” ujar Tri.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menuturkan, peresmian tahap pertama program pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) 100 GW akan dilakukan di Bali oleh Presiden Prabowo Subianto.

Bahlil juga memastikan PLTS 100 GW tersebut sudah masuk ke revisi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 PLN.

Pengembangan PLTS 100 GW disebut berpotensi menekan impor energi dengan nilai substitusi mencapai US$ 14,4 miliar dolar AS hingga US$ 28,9 miliar, serta berkontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) hingga US$ 26,6 miliar.

Pemerintah Siapkan 24 Ribu Ha di Jawa untuk PLTS

Sebelumnya, Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah menyiapkan sekitar 24 ribu ha lahan di Pulau Jawa untuk mempercepat proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Untuk mendorong program prioritas 100 GW PLTS yang dicetuskan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengabarkan, angka tersebut didapat dari hasil identifikasi yang dilakukan oleh Kementerian ESDM, bersama dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

"Jadi ketersediaan lahan berdasarkan identifikasi yang kita lakukan bersama antara Kementerian ESDM dengan Kementerian ATR/BPN, di Pulau Jawa sudah tersedia sekitar 24 ribu hektare," kata Yuliot di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (29/5/2026).

"Jadi 24 ribu hektare ini kita akan melakukan bersama. Nanti ada Kementerian ATR/BPN, Kementerian ESDM, dan PT PLN," sambung dia.

Yuliot berharap implementasi percepatan proyek PLTS dengan total kapasitas 100 Gigawatt ini bisa segera direalisasikan dalam waktu dekat.

"Jadi nanti secara infrastruktur kita akan yang terkait dengan transmisi, yang terkait dengan ketersediaan untuk gardu induk, ini kan harus kita interkoneksikan antara pembangkit yang kita bangun di 24 ribu hektare ini," jelas dia.

Percepatan Program

Selain di Pulau Jawa, pemerintah juga menyoroti masifnya penggunaan diesel pada pembangkit listrik, dengan mendorong program dedieselisasi untuk pembangkit listrik di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Dalam hal ini, pemerintah menyiapkan pembangkit bertenaga sinar matahari sebagai pengganti dari PLTD yang beroperasi di wilayah 3T.

Selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar program dedieselisasi dan proyek PLTS 100 GW dapat rampung dalam 3 tahun ke depan.

"Ini secara keseluruhan, dedieselisasi dan juga untuk EBT, ini harus kita sinkronkan untuk percepatan. Arahan dari Presiden, 3 tahun untuk PLTS dan juga dedieselisasi ini bisa dilaksanakan, ini yang sedang kita konsolidasikan," tutur dia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6