Sibuk Kembangkan AI, Amazon Kembali PHK Karyawan

Amazon melakukan PHK karyawannya selagi lakukan investasi masif untuk AI.

Diterbitkan 23 Juli 2026, 14:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Amazon melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada karyawan bagian Artificial General Intelligence (AGI), seperti yang dikonfirmasi pada Rabu, 22 Juli 2026. Sementara itu, perusahaan tersebut terus melakukan investasi untuk  artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.

Mengutip CNBC, Kamis (23/7/2026), bagian AGI bertugas untuk mengembangkan model AI, inisiatif pengembangan silikon dan komputasi kuantum Sedangkan, karyawan bagian AGI yang mengalami PHK bertugas dalam kustomisasi model dan pasca-pelatihan. PHK ini pertama kali dilaporkan oleh Reuters.

Amazon menolak untuk mengungkap jumlah pasti karyawan yang terkena PHK, maupun bagian AGI mana yang terpengaruh.

Juru bicara Amazon mengatakan, ini industri yang bergerak cepat. Perseroan menajamkan fokus dalam hal yang paling penting bagi pelanggan, jadi kami bisa bergerak lebih cepat.

"Penajaman fokus tersebut juga berarti keputusan-keputusan sulit, termasuk melakukan PHK di bagian AGI kami, meskipun kami terus melakukan investasi di area yang paling penting untuk masa depan pelanggan kami," ujar dia.

Amazon telah melakukan perampingan beberapa tahun belakangan setelah gelombang perekrutan besar-besaran akibat pandemi, dan mereka menaruh dana besar untuk membangun infrastruktur AI.

Perusahaan itu sudah memutus kontrak lebih dari 30.000 karyawan sejak Oktober, dan angka tersebut terus bertambah melalui eliminasi karyawan skala kecil beberapa bulan ini.

Amazon Kembangkan AI Secara Masif

Bagian AGI adalah bagian inti dari strategi AI Amazon, lantaran perusahaan tersebut kerap mencoba untuk bersanding dengan OpenAI, Anthropic, dan Google sebagai pemimpin industri AI. AGI merujuk pada AI yang memiliki performa sebaik ataupun lebih baik dari manusia dalam sebagian besar pekerjaan.

Pada 2024, bagian AGI Amazon meluncurkan seperangkat model dasar yang disebut Nova. Mereka memperluas fokusnya pada Desember lalu ketika Amazon menunjuk seorang eksekutif berpengalaman di bidang komputasi awan, Peter DeSantis, untuk menggantikan Rohit Prasad sebagai kepala divisi tersebut.

Sedangkan, pada Februari, Amazon kehilangan ketua laboratorium AGI mereka, David Luan, yang bergabung dengan perusahaan tersebut pada tahun 2024 melalui akuisisi tenaga kerja atas startup miliknya, Adept.

Amazon mengklaim bahwa mereka membangun model AI besar selama bertahun-tahun karena itu adalah salah satu prioritas utama mereka.

DeSantis berpendapat, model Amazon belum dapat menangani pekerjaan terberat.

Namun, dia juga mengatakan Amazon terus mengembangkan modelnya, dan mereka berharap untuk menciptakan salah satu model yang paling cerdas.

Amazon dijadwalkan akan mengumumkan hasil keuangan kuartal kedua minggu depan. Perusahaan tersebut memperkirakan anggaran untuk tahun ini sebesar US$ 200 miliar, atau sekitar Rp 3,58 kuadriliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.904), naik lebih dari 50% dibandingkan tahun lalu, dan sedang menggalang puluhan miliar dolar melalui utang untuk membiayai pengembangan AI-nya.

 

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6