Rusia Pertimbangkan Larangan Penambangan Bitcoin di 19 Wilayah

Penambangan Bitcoin di 19 wilayah Rusia terancam dilarang karena konsumsi listrik meningkat dan jaringan listrik menghadapi tekanan.

Diterbitkan 07 September 2026, 06:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Rusia mempertimbangkan perluasan pembatasan penambangan Bitcoin ke 19 wilayah yang terhubung dengan sistem kelistrikan pusat negara tersebut.

Dikutip dari CoinMarketCap, Senin (7/9/2026), rencana ini muncul di tengah lonjakan permintaan listrik, ekspansi data center, serta kekhawatiran terhadap stabilitas jaringan listrik.

Pemerintah Rusia sedang mengevaluasi kemungkinan melarang aktivitas penambangan kripto di wilayah yang terhubung dengan sistem energi terpadu Moskow.

Rencana tersebut tidak hanya mencakup Moskow dan wilayah sekitarnya, tetapi juga 17 wilayah lain di Rusia bagian tengah, termasuk Bryansk, Kaluga, Tula, Yaroslavl, dan Voronezh.

Jika disetujui, kebijakan tersebut secara efektif akan melarang aktivitas penambangan di sebagian besar wilayah Rusia bagian tengah.

Kementerian Energi Rusia juga mempertimbangkan opsi lain selain larangan total. Fasilitas penambangan baru dapat diwajibkan terhubung ke jaringan listrik dengan skema “keandalan kategori keempat”.

Konsumen dalam kategori ini menjadi pihak yang pertama kali dapat diputus aliran listriknya saat terjadi kekurangan pasokan. Mereka juga harus memenuhi persyaratan teknis yang lebih ketat.

Data center Jadi Tekanan Tambahan

Tekanan terhadap sistem kelistrikan menjadi alasan utama pemerintah Rusia mempertimbangkan pembatasan tersebut.

Pada musim gugur dan musim dingin, sistem listrik Rusia mencatat permintaan tertinggi sepanjang sejarah sebesar 43,3 GW. Angka itu 2,3 GW lebih tinggi dibandingkan rekor sebelumnya.

Di Moskow dan wilayah sekitarnya saja, permintaan listrik mencapai 21,1 GW.

Data center turut memberikan tekanan tambahan terhadap jaringan listrik. Konsumsi listrik data center saat ini diperkirakan mencapai sekitar 4 GW, atau sekitar 2 persen dari total konsumsi energi Rusia.

Kementerian Pengembangan Digital memperkirakan kebutuhan listrik data center dapat bertambah 2 GW hingga 2030.

Sejumlah konsumen energi terbesar antara lain Yandex dengan sekitar 660 MW dan Sberbank sekitar 1,2 GW. Selain itu, 65 data center di Moskow dan wilayah sekitarnya menggunakan sekitar 734 MW.

Puluhan proyek tambahan juga masih menunggu sambungan ke jaringan listrik.

Analis menilai kenaikan permintaan tidak hanya berasal dari penambangan kripto, tetapi juga pengembangan kecerdasan buatan (AI) dan perluasan infrastruktur digital.

 

Memperbesar Penambangan Ilegal

Larangan penambangan kripto secara menyeluruh di Rusia bagian tengah berpotensi mendorong operator memindahkan kapasitas mereka ke wilayah lain.

Kebijakan tersebut juga dikhawatirkan meningkatkan aktivitas penambangan bawah tanah, termasuk sambungan listrik ilegal.

Pelaku industri memperingatkan aturan yang terlalu ketat dapat memperbesar pasar penambangan ilegal sekaligus menyulitkan pemerintah mengawasi konsumsi energi.

Di sisi lain, pemerintah Rusia berupaya mengurangi risiko kelebihan beban jaringan tanpa sepenuhnya membatasi perkembangan infrastruktur digital dan sektor kripto.

Para ahli memperkirakan persoalan kekurangan listrik akibat pertumbuhan penambangan kripto dan data center akan semakin penting dalam beberapa tahun mendatang.

Kondisi tersebut menunjukkan akses terhadap listrik mulai menjadi faktor pembatas utama bagi pertumbuhan industri penambangan kripto Rusia.

Dalam jangka panjang, akses prioritas terhadap listrik kemungkinan semakin diarahkan untuk proyek kecerdasan buatan, data center strategis, dan infrastruktur digital penting.