Prabowo Soroti Under Invoicing hingga Penyelundupan Bikin Kekayaan Indonesia Bocor

Presiden Prabowo Subianto heran Indonesia merupakan penghasil minyak sawit terbesar di dunia tetapi minyak goreng sempat langka.

Diterbitkan 21 Juli 2026, 06:53 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyoroti Indonesia sebagai negara penghasil minyak kelapa sawit terbesar di dunia, tetapi mengalami kelangkaan minyak goreng. Seiring kondisi itu, ia menilai, Indonesia menghadapi masalah besar dengan kebocoran kekayaan negara yang terjadi melalui praktik underinvoicing hingga penyelundupan.

“Negara penghasil sawit terbesar di dunia sempat berminggu-minggu sempat hilang minyak goreng, tak masuk di akal,” ujar Prabowo saat Sidang Kabinet Paripurna, dikutip Selasa, (21/7/2026).

Prabowo menuturkan, Indonesia menghadapi masalah besar seiring kebocoran kekayaan negara yang keluar ke luar negeri. Jika kebocoran kekayaan itu terus dibiarkan, menurut Prabowo akan berdampak terhadap bangsa Indonesia. “Kita dihadapi dengan masalah sangat besar. Dengan masalah yang kita vital. Kalau ini kita biarkan, kalau kebocoran ratusan miliar dolar, kekayaan Indonesia dibiarkan terus keluar. Kita bisa bayangkan nasib bangsa Indonesia,” kata Prabowo.

Prabowo mengatakan, ekonomi Indonesia terjadi penyimpangan karena kekayaan negara yang mengalir ke luar negeri. Hal itu lantaran terjadi karena beragam praktik mulai dari underinvoicing hingga penyelundupan.

“Terjadi distorsi terhadap perekonomian kita, mengalir kekayaan ke luar signifikan, ribuan triliun, ratusan miliar tiap tahun dengan praktik-praktik underinvoicing. Underinvoicing adalah pemalsuan perdagangan. Praktik transfer pricing, penyelundupan,” kata dia.

Prabowo menuturkan, berbagai praktik yang menyebabkan kebocoran kekayaan Indonesia itu tidak adil untuk bangsa Indonesia.

“Pemalsuan, underinvoicing, praktik-praktik transfer pricing, praktik penyelundupan, hal sesungguhnya tak masuk akal, sesungguhnya tidak adil bagi bangsa Indonesia,” kata dia.

 

Data dari Lembaga Internasional

Ia mengatakan, data dan informasi itu bukan dari pemerintah Indonesia, tetapi data lembaga internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Selain itu, Prabowo mengatakan, masalah tersebut juga telah diketahui pelaku ekonomi dalam dan luar negeri.

“Bukan data dari kita, data internasional. Data dari lembaga-lembaga internasional, data dari PBB di antaranya. Seluruh bangsa sudah merasakan. Pelaku ekonomi sudah mengerti, di dalam dan luar negeri tahu,” kata dia.

Seiring masalah itu, Prabowo mengatakan, tugas pemerintah untuk menyelesaikan masalah kebocoran tersebut. Ia mengatakan, sepanjang pemerintahannya berjalan lebih dari satu tahun telah menyelesaiakan 108-110 masalah.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6