Liputan6.com, Jakarta - Harga minyak Brent naik pada Jumat, 19 Juni 2026 (Sabtu waktu Jakarta). Kenaikan harga minyak itu terjadi setelah pembicaraan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di Swiss tiba-tiba dibatalkan. Hal ini menekankan ketidakpastian yang masih ada atas upaya untuk mengubah kesepakatan sementara menjadi penyelesaian perdamaian.
Mengutip CNBC, Sabtu (20/6/2026), kontrak berjangka minyak mentah Brent naik 0,9%, dan ditutup ke US$ 80,57 per barel. Kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan naik 1,23% menjadi US$ 77,54 pada Jumat siang. Harga sempat turun setelah Israel dan Hizbullah yang didukung Iran menyepakati gencatan senjata.
Kementerian Luar Negeri Swiss menuturkan, pembicaraan AS-Iran yang dijadwalkan di Burgenstok pada Jumat tidak akan berjalan sesuai rencana.
Advertisement
Gedung Putih juga menyebutkan, Wakil Presiden AS JD Vace tidak lagi melakukan perjalanan ke Swiss. Hal ini dengan alasan masalah logistik yang belum terselesaikan seputar negosiasi.
Vance pada Kamis mengatakan kapal tanker dengan lebih dari 12 juta barel melintasi selat semalam.
"Untuk malam kedua berturut-turut, Iran tidak menembaki kapal apa pun di Selat Hormuz,” kata Vance kepada wartawan.
"Sejauh ini, mereka menghormati komitmen mereka.”
Secara terpisah, Sekretaris Jenderal OPEC Haitham Al Ghais mengatakan kepada CNBC dalam sebuah wawancara eksklusif, organisasi tersebut tidak memperkirakan permintaan minyak akan mencapai puncaknya dalam waktu dekat. Ia juga menolak perkiraan dari Badan Energi Internasional yang menunjukkan kelebihan pasokan pada masa depan.
"[Kami fokus] pada fundamental dan tidak memasukkan banyak 'jika' dan 'tetapi' dalam perkiraan kami, tetapi lebih fokus pada angka aktual,” ujar dia.
Prospek Harga Minyak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4166753/original/096704000_1663802133-Harga_Minyak_Dunia_2.jpg)
Analis di PVM Oil Associates, Tamas Varga mengatakan, pada Jumat tampaknya pembukaan kembali Selat Hormuz yang strategis dan vital secara bersyarat, bersamaan dengan pencabutan deklarasi force majeure oleh Kuwait dan berakhirnya blokade angkatan laut AS, telah meyakinkan, bahwa gangguan yang telah mendorong harga di atas US$ 120 “benar-benar telah berakhir.”
"Gencatan senjata 60 hari ini jelas merupakan langkah yang tepat dan patut disambut. Namun, bahkan jika kesepakatan ini bertahan, aksi jual besar-besaran baru-baru ini mungkin terbukti tidak berkelanjutan dalam jangka pendek,” ujar dia.
Analis Axi, Tiago Lacerda menuturkan, harga minyak kemungkinan akan diperdagangkan antara US$ 75 dan US$ 82 per barel dalam waktu dekat. Harga Brent turun sekitar 36% dari puncaknya selama konflik.
"Perhatian dengan cepat beralih ke apakah pembukaan kembali secara fisik benar-benar mengikuti jalur pelayaran utama yang belum melanjutkan transit dan tarif asuransi tetap tinggi, menunjukkan bahwa pasar berhati-hati tentang kecepatan normalisasi,” kata Lacerda.
Advertisement
Harga Minyak Dunia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4721214/original/094318300_1705710833-fotor-ai-202401207334.jpg)
Sebelumnya, harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Kamis, 18 Juni 2026 (Jumat waktu Jakarta). Pergerakan harga minyak dipengaruhi pernyataan Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance. Ia menuturkan, kapal tanker dengan muatan lebih dari 12 juta barel melintasi Selat Hormuz pada Kamis malam.
"Itu adalah angka tertinggi sejak awal konflik,” ujar Vance kepada wartawan dalam konferensi pers di Gedung Putih, dikutip dari CNBC.
Adapun CNBC belum dapat segera mengkonfirmasi angka itu. Namun, sekitar 14 juta barel minyak per hari dan 6 juta barel produk olahan per hari melewati Selat Hormuz sebelum perang Iran.
Harga minyak Brent naik 30 sen menjadi US$ 79,85 per barel. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) berjangka susut 19 sen menjadi USD 76,60 per barel. Harga minyak telah turun lebih dari 11% sejak AS dan Iran mengumumkan kesepakatan pada Minggu lalu yang bertujuan mengakhiri perang.
Presiden AS Donald Trump menandatangani kesepakatan tersebut pada Rabu pekan ini dengan mitranya dari Iran, Masoud Pezeshkian.
Berdasarkan kesepakatan itu, Iran harus mengizinkan kapal-kapal untuk melintasi Selat Hormuz tanpa membauar bea selama 60 hari. Sementara itu, AS harus mencabut blokade angkatan lautnya.
"Untuk malam kedua berturut-turut, Iran tidak menembaki kapal apapun di Selat Hormuz,” ujar Vance.
"Sejauh ini mereka menghormati komitmen mereka,” ia menambahkan.
"Mengenai blokade, Centcom mengizinkan lebih dari selusin kapal untuk melewati blokade angkatan laut kami, dan dengan demikian kami juga menghormati bagian awal kesepakatan,” ujar wakil presiden.
Kemudian Centcom mengumumkan AS telah mengakhiri blokadenya.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317456/original/060618600_1786013917-Screenshot_2026-08-06_164447.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317507/original/011159500_1786016808-cek_fakta_gibran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310889/original/017316800_1785380146-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-30T095434.257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312077/original/024885800_1785478974-indomaret.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4066834/original/034753100_1656461868-Harga_Minyak_AFP.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411708/original/048619800_1479708636-Iran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411598/original/098494900_1479704927-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411570/original/063111400_1479704167-Swiss.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5524833/original/035238900_1773017298-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5261713/original/017908800_1750682486-AP23215607070697.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290338/original/083924200_1783473452-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4447080/original/018669100_1685440088-20230530-Pertumbuhan-Ekonomi-Indonesia-Angga-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5516526/original/082099100_1772322543-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4905612/original/074102400_1722379583-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540813/original/050677600_1774835815-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5101914/original/040000200_1737420852-20250121-Trump_Temui_Pendukungnya-AFP_9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540888/original/091837400_1774840995-5.jpg)