Bos Canva Ungkap Kandidat Karyawan Wajib Punya Sifat Ini

Manajemen Canva menilai, salah satu sifat ini wajib dimiliki calon karyawan dan karyawan di era kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Diterbitkan 17 Juni 2026, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Chief People Officer Canva, Jennie Rogerson menilai, rasa ingin tahu sangat penting dimiliki setiap kandidat karyawan saat era kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Hal itu juga termasuk bagi karyawan terlepas dari peran dan departemen yang digeluti.

"Rasa ingin tahu adalah dasar. Di dunia yang bergerak secepat sekarang, dengan begitu banyak perubahan, Anda harus memiliki rasa ingin tahu,” ujar Chief People Officer Canva, Jennie Rogerson saat diskusi di New York, dikutip dari CNBC, Rabu, (17/6/2026).

Rogerson menghargai rasa ingin tahu tentang apa yang akan datang dengan teknologi seperti AS. “Tetapi juga rasa ingin tahu tentang mengapa keputusan dibuat sejak awal,” ujar dia.

Bagi Rogerson, memahami apa yang telah ada sebelumnya untuk menghormati asal-usulnya, dan filosofi penting untuk membangun sesuatu yang lebih kuat.

Ia mencontohkan saat mengukur rasa ingin tahu seorang kandidat karyawan. Rogerson mengajukan pertanyaan dalam wawancara kerja seperti apa yang telah dipelajari di luar ilmu yang ditekuni, dan kemudian mempratikkan untuk memberikan dampak. “Misalnya, mungkin seorang kandidat bereksperimen dengan vibe coding dan kemudian menggunakan secara kreatif untuk memajukan proyek di tempat kerja,” ujar dia.

Rasa ingin tahu adalah satu hal, tetapi Rogerson menuturkan, penting bagi karyawan untuk menerapkan pembelajaran saat mengambil inisiatif, dan berkontribusi. “Kami ingin membangun budaya pemberi,” ujar dia.

Rogerson mencari kandidat yang tidak hanya memenuhi tanggung jawab langsung tetapi juga memberikan lebih dari yang diperlukan hanya dalam domain inti. “Itu bisa berarti upaya memulai klub, mengajukan ide dan melihat sesuatu yang rusak dan membantu memperbaikinya,” kata dia.

 

Mempelajari Keterampilan Baru

Untuk menilai kemampuan kandidat karyawan untuk maju dan berkontribusi pada tim, ia mungkin mengajukan pertanyaan seperti apa yang dilakukan di luar lingkup inti yang menambah pengembangan produk.

Sementara itu, CEO Coursera, Greg Hart menuturkan, untuk tetap kompetitif, karyawan juga harus mengambil inisiatif untuk mengambil pelatihan, dan mendapatkan sertifikasi untuk keterampilan baru.

Career coach Phoebe Gavin juga menuturkan, membangun hubungan lebih kuat dengan kolega dan mitra divisi lain juga membantu karyawan untuk bersikap proaktif.

Mantan CEO Linkedln Ryan Roslansky menuturkan, rasa ingin tahu, adalah salah satu dari lima keterampilan manusia yang tak tergantikan di era AI.

Sementara itu, CEO Uber Dara Khosrowshahi menuturkan, sikap sangat terbuka terhadap apapun juga membantu karier.

"Bersikaplah ingin tahu tentang bertemu orang baru, bersikaplah ingin tahu tentang minat yang berada di luar bidang pendidikan Anda," saran Khosrowshahi, saat diskusi di Brown University pada April 2025.

Ia menuturkan, rasa ingin tahu itu akan membuka peluang kepada Anda.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6