Riset IDEAS: Daging Kurban Menumpuk di Kota Besar, Ratusan Daerah Defisit

IDEAS menilai distribusi daging kurban di Indonesia belum merata. Sebanyak 163 daerah tercatat mengalami defisit parah.

Diterbitkan 24 Mei 2026, 09:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Lembaga riset Institute for Demographic and Affluence Studies (IDEAS) menilai ibadah kurban masih memiliki peran sosial yang besar, terutama dalam memperluas akses konsumsi protein hewani bagi masyarakat miskin dan kelompok rentan. Namun, distribusi daging kurban dinilai belum merata sehingga manfaatnya belum sepenuhnya menjangkau daerah yang membutuhkan.

Peneliti IDEAS, Tira Mutiara, mengatakan ketimpangan distribusi tersebut menunjukkan perlunya perbaikan tata kelola penyaluran daging kurban agar manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas.

"Perlu ada pemetaan daerah surplus dan defisit, pembangunan hub pemotongan terstandar, serta penguatan koordinasi antar lembaga agar distribusi daging kurban lebih efektif dan tepat sasaran," ujar Tira dalam keterangannya, Minggu (24/5/2026).

IDEAS mencatat masih banyak wilayah yang mengalami kekurangan distribusi daging kurban. Dari total 514 kabupaten/kota di Indonesia, sebanyak 163 daerah masuk kategori defisit parah dengan tingkat kecukupan distribusi di bawah 20%.

Selain itu, terdapat 107 daerah yang masuk kategori sangat defisit, sementara 73 daerah lainnya memiliki tingkat kecukupan distribusi di kisaran 50-80%.

Surplus di Pulau Jawa

Di sisi lain, surplus distribusi daging kurban justru terkonsentrasi di sejumlah wilayah perkotaan di Pulau Jawa.

Jakarta Utara tercatat menjadi daerah dengan surplus terbesar sekitar 3.879,25 ton. Posisi berikutnya ditempati Depok dengan surplus sekitar 3.644,94 ton, disusul Kabupaten Sleman sebesar 3.639,37 ton.

Sementara itu, Lampung Timur menjadi salah satu daerah dengan tingkat defisit tertinggi.

Berdasarkan catatan IDEAS, wilayah tersebut mengalami kekurangan distribusi daging kurban hingga mencapai 473,60 ton, dengan tingkat kecukupan hanya sekitar 3,50%.

Menurut Tira, strategi pengembangan kurban nasional ke depan tidak cukup hanya berfokus pada peningkatan jumlah hewan kurban yang disembelih.

Pembenahan Distribusi

Ia menilai pembenahan sistem distribusi juga menjadi faktor penting agar manfaat sosial dari ibadah kurban dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat.

Dengan distribusi yang lebih tepat sasaran, daging kurban dinilai dapat memberikan manfaat yang lebih besar, terutama bagi kelompok masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap sumber protein hewani.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6