SPKLU Mobil Listrik di Jalur Mudik Kini Ultra Fast Charging

PLN siap menjaga keandalan energi selama Ramadan dan Lebaran 2026 termasuk untuk mobil listrik.

Diterbitkan 12 Maret 2026, 16:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT PLN (Persero) meningkatkan fasilitas pengisian kendaraan listrik di jalur mudik Lebaran 2026 dengan mengganti sejumlah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dari sistem slow charging menjadi ultra fast charging

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengatakan, peningkatan tersebut merupakan bagian dari kesiapan PLN menjaga keandalan energi selama Ramadan dan Idul Fitri 2026.

"Untuk itu kami juga melakukan optimasi SPKLU di jalur mudik yang tadinya adanya slow charging kami ganti dengan ultra fast charging. Kemudian juga ada penambahan sampai 1,8 kali hampir mendekati 2 kali,” ujar dia di BPH Migas, Kamis (12/3/2026).

Apalagi, menurut dia, PLN telah memproyeksikan peningkatan signifikan penggunaan kendaraan listrik selama mudik Lebaran tahun ini. Jumlah pemudik yang menggunakan mobil listrik diperkirakan meningkat sekitar 1,6 kali dibandingkan periode mudik 2025.

Menurut Darmawan, PLN telah melakukan pemeliharaan pembangkit listrik jauh hari sebelumnya sesuai arahan pemerintah. Selain itu, kesiapan gardu induk, jaringan transmisi, hingga posko siaga juga telah disiapkan untuk memastikan sistem kelistrikan tetap andal selama periode mudik.

Dari sisi energi primer, PLN memastikan kondisi pasokan dalam keadaan aman. Persediaan gas dan BBM untuk pembangkit tercatat berada di atas 9 hari operasi, sementara stok batu bara rata-rata mencapai lebih dari 19 hari operasi.

"Kemudian untuk persediaan energi primer untuk gas di atas dari 9 hari, BBM di atas 9 hari, kemudian juga batu bara secara average di atas 19 hari operasi. Jadi kondisi saat ini dalam kondisi aman, terutama untuk mudik,” ucapnya.

Ia juga mengimbau masyarakat yang akan mudik untuk memastikan keamanan listrik di rumah sebelum bepergian. Warga diminta mematikan dan mencabut peralatan listrik seperti kompor listrik maupun setrika guna mencegah potensi gangguan selama rumah ditinggalkan.

Tren Kendaraan Listrik, PLN Siap Jadi Tulang Punggung Elektrifikasi Sektor Transportasi

Sebelumnya, jumlah kendaraan listrik di Indonesia telah mencapai sekitar 103 ribu unit, dengan pertumbuhan signifikan hingga 150 persen dibandingkan periode sebelumnya. Lonjakan tersebut menuntut kesiapan infrastruktur dan layanan yang andal.

Sebagai tulang punggung elektrifikasi sektor transportasi, PT PLN (Persero) pun terus memperluas pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Hingga awal 2026, jumlah SPKLU yang beroperasi telah melampaui 5.000 unit dan tersebar di berbagai wilayah strategis nasional. Infrastruktur ini menjadi faktor kunci dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan listrik, termasuk untuk perjalanan jarak jauh seperti mudik dan libur panjang.

Tidak hanya memperkuat infrastruktur fisik, PLN juga mengembangkan ekosistem digital melalui aplikasi PLN Mobile dengan slogan PLN Mobile, Your EV Partner. Aplikasi ini memungkinkan pengguna kendaraan listrik menemukan lokasi SPKLU terdekat, memantau ketersediaan daya secara real time, serta melakukan transaksi pengisian baterai dengan mudah dan cepat.

 

Hadirkan Layanan Inovatif

PLN juga menghadirkan layanan inovatif PLN EV Charger Mobile, solusi darurat bagi pengguna kendaraan listrik yang kehabisan daya di perjalanan. Melalui fitur ini, pengguna dapat langsung memesan layanan pengisian daya bergerak, sehingga meningkatkan rasa aman dan kenyamanan dalam menggunakan kendaraan listrik.

Direktur Retail dan Niaga PT PLN (Persero) Adi Priyanto menegaskan, partisipasi PLN dalam Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap target Net Zero Emission dan transformasi menuju ekonomi rendah karbon. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, industri otomotif, dan penyedia energi merupakan kunci keberhasilan membangun ekosistem kendaraan listrik yang kuat dan berkelanjutan.

“Kami siap menjadi mitra utama dalam perjalanan Indonesia menuju masa depan transportasi bersih. PLN akan terus memperkuat infrastruktur, layanan digital, dan inovasi untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik nasional,” kata Adi.

PLN Mobile Lompatan Besar Pelayanan Publik

Executive Vice President (EVP) Niaga dan Pemasaran PLN, Nayusrizal, mengungkapkan perjalanan PLN Mobile merupakan lompatan besar dalam pelayanan publik.

“Dulu pengunduhnya hanya sekitar 500 ribu, sekarang sudah di atas 50 juta. Rating aplikasi juga melonjak dari 2,5 menjadi 4,9. Ini bukti kepercayaan pelanggan,” ujarnya.

Menurut Nayusrizal, hampir seluruh urusan kelistrikan kini dapat dilakukan tanpa harus datang ke kantor PLN. Layanan pasang baru, perubahan daya, sambungan sementara, hingga pengaduan gangguan tersedia dalam satu genggaman.

“Pelanggan tidak perlu lagi pakai ‘ordal-ordalan’. Cukup lewat PLN Mobile. Mau mengajukan apa pun ada di sana,” ucapnya.

Fitur aplikasi juga melampaui layanan kelistrikan konvensional. Terdapat layanan internet Iconnet, marketplace, hingga fitur swacam untuk foto meter mandiri pelanggan pascabayar. Semua terintegrasi sehingga tindak lanjut permohonan.

Sementara itu, Vice President Pengelola Pemasaran PLN Revanny Yudhistira menegaskan PLN Mobile akan menjadi platform strategis dalam mendukung agenda energi hijau nasional. Menurutnya, PLN Mobile dirancang sebagai platform utama yang memperkuat ekosistem kendaraan listrik sekaligus mendukung kebijakan pemerintah menuju transisi energi berkelanjutan.

“PLN Mobile, your EV partner. Harapan untuk negara ke depan, PLN Mobile akan menjadi platform utama untuk mendukung peran pemerintah dalam green energy, terutama dalam ekosistem EV yang terus berkembang sampai tahun depan dan seterusnya,” ujar Revanny.

Ia juga berharap ajang IIMS terus berkembang sebagai katalis percepatan elektrifikasi transportasi nasional.

“Harapan buat IIMS semakin kreatif dan semakin mendukung program pemerintah dalam mendukung Go Green dalam pemasaran energi,” ia menambahkan.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6