Bos BSI: Salam Tempel Lebaran Bisa Diganti Emas Lewat Aplikasi

BSI mengajak masyarakat memberi “salam tempel” Lebaran dalam bentuk emas digital agar lebih bermanfaat sebagai investasi jangka panjang.

Diterbitkan 07 Maret 2026, 04:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mendorong tradisi baru dalam pemberian uang Lebaran atau “salam tempel”, yakni dengan memberikan emas digital melalui aplikasi perbankan.

Inovasi ini dinilai lebih bermanfaat karena tidak hanya menjadi hadiah, tetapi juga dapat menjadi instrumen investasi jangka panjang bagi penerima.

“Di Lebaran kali ini kami melakukan kampanye, salam tempelnya jangan rupiah lagi. Salam tempelnya emas saja,” ujar Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo dalam acara One Year Bullion Business Activity, dikutip Sabtu (7/3/2026).

Melalui fitur transfer emas, masyarakat dapat memberikan hadiah Lebaran dengan nominal kecil, mulai dari Rp100 ribu hingga Rp200 ribu dalam bentuk emas digital.

Menurut Anggoro, cara ini lebih edukatif dari sisi keuangan karena emas dapat disimpan sebagai investasi.

“Kalau diberi emas, itu bisa jadi investasi. Jadi ini lebih mendidik karena sifatnya jangka panjang,” katanya.

Untuk mendukung tren tersebut, BSI menghadirkan fitur transfer emas di aplikasi BYOND by BSI (BION). Fitur ini memungkinkan nasabah menabung emas sekaligus mengirimkannya kepada orang lain secara langsung.

“Sekarang kami membuat fitur transfer emas. Jadi perusahaan bisa membeli emas lalu mentransfernya ke karyawan melalui aplikasi,” ujarnya.

 

Bisa Jadi Bonus Karyawan dan Hadiah Lebaran

Anggoro menjelaskan ide pengembangan fitur transfer emas berawal dari kebutuhan internal perusahaan.

Saat itu, manajemen BSI ingin memberikan bonus kepada karyawan dalam bentuk emas.

“Waktu itu saya bilang ke tim IT, saya ingin memberikan karyawan bonus berupa sekian gram emas. Mereka bilang butuh sekitar tiga bulan untuk mengembangkan fiturnya,” katanya.

Namun setelah dilakukan uji coba internal, pengembangan fitur tersebut justru selesai jauh lebih cepat.

“Ternyata setelah dicoba ke karyawan, dalam satu minggu aplikasinya sudah jadi,” ujarnya.

BSI bahkan telah menerapkan skema pemberian bonus dengan kombinasi uang tunai dan emas. Misalnya, bonus Rp100 diberikan dalam bentuk Rp50 tunai dan Rp50 dalam bentuk emas.

 

Nilai Terus Naik

Menurut Anggoro, metode ini menarik karena nilai emas dapat berubah seiring waktu.

“Kalau bonus misalnya Rp100, lalu Rp50 dalam bentuk emas dan Rp50 tunai, nilai emas itu bisa berubah keesokan hari karena harga emas naik,” katanya.

Karena itu, BSI juga mendorong perusahaan-perusahaan lain untuk mulai mempertimbangkan tabungan emas sebagai bagian dari benefit karyawan sekaligus sarana investasi jangka panjang.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6