Prediksi Harga Emas Hari Ini: Sentimen Perang Dagang AS–China Dorong Tren Bullish

Harga emas dunia terus menguat didorong ketegangan perang dagang AS–Tiongkok dan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed. Simak analisis lengkapnya!

Diterbitkan 13 Oktober 2025, 10:55 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas dunia kembali melanjutkan reli penguatan pada awal pekan ini, usai ditutup naik di sesi perdagangan Amerika Utara pada Jumat (10/10/2025). Ketegangan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China yang semakin meningkat, serta kekhawatiran terhadap potensi penutupan pemerintahan AS, membuat investor kembali beralih ke aset aman seperti emas.

Analis Dupoin Futures Indonesia, Andy Nugraha, menilai tren teknikal harga emas dunia masih menunjukkan dominasi bullish yang kuat.

“Kombinasi sinyal candlestick dan indikator Moving Average memperlihatkan tekanan beli tetap mendominasi. Selama tren ini bertahan, harga emas berpeluang menguji area psikologis di USD 4.100 per troy ons,” jelas Andy dalam keterangan tertulis, Senin (13/10/2025).

Namun, ia juga mengingatkan potensi koreksi tetap terbuka.

“Jika harga gagal mempertahankan momentum dan mengalami reversal ke bawah USD 3.979, peluang penurunan menuju area USD 3.950 bisa muncul,” tambahnya.

Kenaikan harga emas ini didorong oleh meningkatnya ketegangan perdagangan AS–China dan meningkatnya minat investor terhadap aset safe haven.

 

Perang Dagang AS-China

Rally emas kali ini diperkuat oleh langkah Presiden AS Donald Trump yang mengumumkan tarif baru sebesar 100% terhadap impor asal China mulai 1 November. Kebijakan ini langsung mendapat reaksi keras dari Beijing yang berjanji akan membalas dengan tarif tandingan.

Situasi tersebut mengguncang pasar keuangan global, melemahkan dolar AS, dan mendorong aliran modal menuju emas.“Memanaskan kembali perang dagang akan menjatuhkan dolar dan menguntungkan safe-haven seperti emas,” ujar Tai Wong, trader logam independen.

Selain faktor geopolitik, ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) juga menjadi katalis penting. Berdasarkan data CME FedWatch Tool, peluang pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Oktober mencapai 97%, dan kemungkinan pemotongan lanjutan pada Desember sekitar 92%.

Kebijakan bunga yang lebih rendah akan menekan dolar AS dan memperkuat posisi emas sebagai aset lindung nilai.

 

Prediksi Harga Emas Hari Ini

Pasar kini menantikan rilis data Penjualan Ritel dan Indeks Harga Produsen (IHP) AS pada Kamis (16/10/2025). Data ini bisa menjadi petunjuk arah kebijakan The Fed berikutnya. Jika inflasi meningkat di atas ekspektasi, dolar AS berpotensi menguat sementara, menekan harga emas secara teknikal.

Dari sisi fundamental, imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun turun menjadi 4,048%, sedangkan imbal hasil riil merosot ke 1,708%, menandakan meningkatnya minat investor terhadap aset rendah risiko.

Presiden The Fed St. Louis, Alberto Musalem, menyebut kondisi ekonomi AS “berada di antara kebijakan yang sedikit restriktif dan netral”, membuka peluang pelonggaran lebih lanjut.

Secara keseluruhan, selama harga emas bertahan di atas USD 3.979, potensi kenaikan menuju USD 4.100 tetap terbuka lebar.

“Fokus utama trader saat ini adalah menjaga disiplin manajemen risiko, karena pasar emas sangat sensitif terhadap perubahan kebijakan moneter dan geopolitik,” tutup Andy Nugraha.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6