Top 3: Harga Emas Melonjak

Berikut ini tiga artikel terpopuler atau Top 3 di kanal bisnis Liputan6.com pada Sabtu (27/6/2026).

Diterbitkan 27 Juni 2026, 06:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas dunia berbalik menguat pada perdagangan Kamis setelah data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) Amerika Serikat (AS) dirilis sesuai ekspektasi pasar. Kondisi ini meredakan kekhawatiran investor terhadap potensi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) yang lebih agresif, sehingga mendorong pelemahan dolar AS dan penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury).

Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures David Meger mengatakan data inflasi PCE yang sesuai perkiraan membuat pergerakan harga emas relatif stabil. Meski inflasi PCE tahunan pada Mei 2026 naik menjadi 4,1% atau tertinggi sejak April 2023, pelaku pasar masih memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed.

Artikel mengenai harga emas ini menjadi salah satu artikel yang banyak dibaca. Selain itu masih ada sejumlah artikel yang layak untuk disimak.

Lengkapnya, berikut ini tiga artikel terpopuler di kanal bisnis Liputan6.com pada Sabtu (27/6/2026):

1. Harga Emas Melonjak Usai Turun Tajam

Harga emas dunia berbalik menguat pada perdagangan Kamis (Jumat waktu Jakarta) setelah data inflasi Amerika Serikat (AS) dirilis sesuai dengan ekspektasi pasar. Kondisi tersebut meredakan sebagian kekhawatiran investor terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga agresif oleh bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed), sekaligus mendorong pelemahan dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS.

Harga emas di pasar spot naik 0,7% menjadi US$ 4.029,09 per ons setelah sebelumnya sempat melemah hingga 1% pada awal perdagangan. Sementara itu, harga emas AS menguat 0,9% menjadi US$ 4.045,20 per ons.

Simak berita selengkapnya di sini

 

2. Kurs Rupiah Kembali Dekati 18.000 per Dolar AS

Nilai tukar rupiah melemah pada Jumat 26 Juni 2026 pagi. Kurs rupiah turun 45 poin atau 0,25 persen menjadi 17.988 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level 17.943 per dolar AS.

Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede mengatakan sentimen terhadap rupiah dipicu harga minyak mentah Brent turun di bawah 73 dolar AS per barel.

“Penurunan harga minyak tersebut meredakan kekhawatiran terhadap risiko twin deficit Indonesia,” katanya.

Simak berita selengkapnya di sini

 

 

3. Asa Baru Memiliki Hunian, Cicilan Rumah Subsidi hingga 40 Tahun

Pemerintah membuat gebrakan baru di sektor properti dengan memperpanjang tenor Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi menjadi maksimal 40 tahun. Hal ini disepakati dalam rapat Komite Tapera sebagai bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak, sekaligus mendukung program pembangunan rumah rakyat.

Adanya kebijakan ini diharapkan akan memperluas akses masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki rumah subsidi.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, mengatakan bahwa keputusan tersebut diambil sesuai arahan Presiden untuk menghadirkan skema pembiayaan yang lebih terjangkau bagi masyarakat serta tetap dapat dijalankan oleh industri perbankan.

Simak berita selengkapnya di sini

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6