Harga Emas Pegadaian Hari Ini: Galeri24 dan UBS Kompak Naik

Simak rincian harga emas Pegadaian hari ini untuk produksi Antam, UBS, dan Galeri24. Harga emas sewaktu-waktu bisa berubah. Cek di sini!

Diterbitkan 26 Juni 2026, 12:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Perkembangan harga logam mulia di tanah air kembali menunjukkan pergerakan yang dinamis. Berdasarkan data terbaru dari laman resmi Pegadaian, Jumat (26/6/2026), harga emas batangan untuk produk Galeri24 dan UBS kompak mengalami kenaikan.

Masing-masing produk tersebut kini dibanderol di angka Rp 2.621.000 per gram untuk Galeri24 dan R p2.634.000 per gram untuk UBS.

Kondisi berbeda justru ditunjukkan oleh logam mulia cetakan PT Aneka Tambang Tbk. harga emas antam di Pegadaian terpantau masih stagnan di angka Rp 2.762.000 per gram. Posisi ini tidak mengalami perubahan selama tiga hari berturut-turut.

Bagi masyarakat yang berminat melakukan investasi, penting untuk dicatat bahwa harga tersebut bersifat dinamis.

"Harga tersebut sewaktu-waktu bisa berubah," tulis keterangan resmi Pegadaian.

Selain fluktuasi harga, ketersediaan ukuran atau kuantitas dari ketiga produk ini juga bervariasi di gerai Pegadaian.

Untuk produk Galeri24, masyarakat bisa membelinya mulai dari ukuran terkecil 0,5 gram hingga 1.000 gram (1 kilogram). Sementara itu, emas UBS tersedia dari ukuran 0,5 gram hingga 500 gram. Bagi konsumen yang mengincar emas Antam, saat ini di Pegadaian hanya tersedia hingga ukuran 100 gram saja.

Bagi Anda yang berencana melakukan transaksi buyback maupun investasi jangka panjang, berikut rincian lengkap daftar harga emas hari ini di Pegadaian.

Daftar Lengkap Harga Emas Pegadaian:

Emas Galeri24

  • 0,5 gram: Rp 1.375.000
  • 1 gram: Rp 2.621.000
  • 2 gram: Rp 5.179.000
  • 5 gram: Rp 12.852.000
  • 10 gram: Rp 25.635.000
  • 25 gram: Rp 63.742.000
  • 50 gram: Rp 127.382.000
  • 100 gram: Rp 254.639.000
  • 250 gram: Rp 635.034.000
  • 500 gram: Rp 1.270.067.000
  • 1.000 gram: Rp 2.540.132.000

Emas Antam

  • 0,5 gram: Rp 1.434.000
  • 1 gram: Rp 2.762.000
  • 2 gram: Rp 5.460.000
  • 3 gram: Rp 8.164.000
  • 5 gram: Rp 13.572.000
  • 10 gram: Rp 27.087.000
  • 25 gram: Rp 67.587.000
  • 50 gram: Rp 135.091.000
  • 100 gram: Rp 270.101.000

Emas UBS

  • 0,5 gram: Rp 1.423.000
  • 1 gram: Rp 2.634.000
  • 2 gram: Rp 5.226.000
  • 5 gram: Rp 12.914.000
  • 10 gram: Rp 25.692.000
  • 25 gram: Rp 64.104.000
  • 50 gram: Rp 127.945.000
  • 100 gram: Rp 255.789.000
  • 250 gram: Rp 639.284.000
  • 500 gram: Rp 1.277.066.000.

Harga Emas Melonjak Usai Turun Tajam

Harga emas dunia berbalik menguat pada perdagangan Kamis (Jumat waktu Jakarta) setelah data inflasi Amerika Serikat (AS) dirilis sesuai dengan ekspektasi pasar. Kondisi tersebut meredakan sebagian kekhawatiran investor terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga agresif oleh bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed), sekaligus mendorong pelemahan dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS.

Dikutip dari CNBC, Jumat (26/6/2026), harga emas di pasar spot naik 0,7% menjadi US$ 4.029,09 per ons setelah sebelumnya sempat melemah hingga 1% pada awal perdagangan. Sementara itu, harga emas AS menguat 0,9% menjadi US$ 4.045,20 per ons.

Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures, David Meger, mengatakan data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) yang dirilis sesuai dengan perkiraan menjadi salah satu faktor yang menopang pergerakan harga emas.

"Data PCE secara umum sesuai dengan ekspektasi pasar. Hal itulah yang membuat pergerakan harga emas hari ini relatif stabil," ujar Meger.

Berdasarkan data pemerintah AS, indeks harga PCE meningkat 4,1% secara tahunan hingga Mei 2026. Angka tersebut menjadi kenaikan tertinggi sekaligus pertama kalinya inflasi PCE kembali berada di atas level 4% sejak April 2023. Hasil tersebut juga sejalan dengan proyeksi para ekonom yang disurvei Reuters.

Setelah data inflasi diumumkan, indeks dolar AS berbalik melemah sehingga membuat emas yang diperdagangkan dalam dolar menjadi lebih murah bagi pembeli dari luar negeri. Imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury) juga mengalami penurunan.

Meski demikian, pelaku pasar masih memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Desember mendatang cukup besar. Berdasarkan CME FedWatch, probabilitas kenaikan suku bunga pada Desember berada di kisaran 80%, turun dari 85% sebelum data inflasi dirilis. Namun angka tersebut masih lebih tinggi dibandingkan 61% sebelum rapat kebijakan The Fed pekan lalu.

Menurut Meger, perhatian investor ke depan masih akan tertuju pada perkembangan inflasi yang akan menjadi faktor utama dalam menentukan arah kebijakan moneter The Fed.

"Fokus utama pasar tetap pada tekanan inflasi ke depan. Itulah salah satu alasan mengapa harga emas mengalami pelemahan dalam beberapa sesi terakhir," katanya.

Harga Emas Sempat Jatuh

Pada perdagangan sebelumnya, harga emas sempat jatuh di bawah level psikologis US$ 4.000 per ons untuk pertama kalinya sejak November 2025. Penurunan tersebut dipicu meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga setelah The Fed mengadopsi nada yang lebih agresif (hawkish) dalam pertemuan kebijakan moneternya pekan lalu.

Meskipun emas dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, kenaikan suku bunga cenderung mengurangi daya tarik logam mulia tersebut karena investor beralih ke instrumen yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi.

Sementara itu, harga minyak dunia turun kembali ke level sebelum pecahnya konflik di Timur Tengah. Penurunan dipicu ekspektasi meningkatnya pasokan minyak setelah kesepakatan penghentian perang antara Amerika Serikat dan Israel memungkinkan kembali beroperasinya jalur pelayaran di selat strategis kawasan tersebut.

Untuk logam mulia lainnya, harga perak naik 2,2% menjadi US$ 58,68 per ons. Harga platinum menguat 1,8% menjadi US$ 1.606,09 per ons, sedangkan palladium naik 2,7% menjadi US$ 1.199,47 per ons.         

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6