Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendorong perlakuan pajak terhadap Electronic Gold Receipt (EGR) disetarakan dengan transaksi di bursa. Kebijakan tersebut dinilai penting untuk mendorong peningkatan transaksi EGR yang menjadi salah satu underlying dalam ETF emas.
Airlangga mengatakan pemerintah tengah membahas perlakuan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan PPh Pasal 22 atas transaksi EGR. Ia berharap ketentuan perpajakan yang diterapkan tidak menjadi penghambat perkembangan instrumen investasi berbasis emas.
“Tadi sudah berbicara dengan Pak Wamen Keuangan dan Pak Dirjen terkait dengan perlakuan PPN dan PPh Pasal 22 terhadap transaksi EGR,” kata Airlangga dalam peluncuran ETF emas, di Bursa Efek Indonesia, Senin (10/8/2026).
Advertisement
Menurut Airlangga, perlakuan pajak yang setara dengan transaksi di bursa diperlukan agar transaksi EGR dapat berkembang dan mendukung ekosistem ETF emas.
“Harapannya bisa meningkatkan transaksi dan setara dengan transaksi yang lain, terutama yang di bursa,” ujarnya.
Airlangga menilai EGR menjadi bagian penting dalam menghubungkan ekosistem bulion dengan pasar modal. OJK sebelumnya menetapkan EGR sebagai efek yang dapat dicatat sebagai efek dalam portofolio ETF emas.
Ia mengatakan pengembangan ETF emas tidak hanya menambah pilihan investasi bagi masyarakat, tetapi juga memperluas likuiditas pasar keuangan nasional.
“Emas bukan hanya menambah pilihan investasi, tetapi juga meningkatkan likuiditas,” kata Airlangga.
Airlangga: ETF Emas Perkuat Pasar Keuangan Indonesia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320077/original/008407800_1786334345-IMG_6363.jpg)
Sebelumnya, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai peluncuran exchange traded fund (ETF) emas menjadi langkah strategis untuk memperdalam sektor keuangan Indonesia. Instrumen ini dinilai tidak hanya menambah pilihan investasi, tetapi juga berpotensi meningkatkan likuiditas pasar emas nasional.
Airlangga mengatakan kehadiran ETF emas dapat menghubungkan berbagai pelaku dalam ekosistem keuangan, mulai dari manajer investasi, bank kustodian, bank bullion, dealer, hingga Bursa Efek Indonesia (BEI).
"Saya harapkan memang produk ini menghubungkan antara manajer investasi, custodian bank, bank bullion, dealer, dan bursa efek. Dan emas bukan hanya menambah pilihan investasi, tetapi juga meningkatkan likuiditas,” kata Airlangga dalam peluncuran ETF emas, di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (10/8/2026).
Menurut Airlangga, ETF emas juga membuka peluang bagi industri asuransi untuk berinvestasi pada emas melalui instrumen pasar modal. Sebelumnya, industri asuransi memiliki keterbatasan untuk berinvestasi langsung pada bullion.
"Dengan ETF, maka asuransi bisa investasi emas. Sebelumnya asuransi tidak bisa investasi di bullion. Jadi ini salah satu yang kita akan terus dorong,” ujarnya.
Advertisement
Potensi Pengembangan ETF Emas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262967/original/037733000_1781854981-publikasi_1781853751_6a34ee37ba05e.jpeg)
Airlangga melihat potensi pengembangan ETF emas Indonesia cukup besar. Ia menyebut nilai ETF emas global telah mencapai sekitar US$4.047 miliar, dengan Amerika Serikat sekitar US$526 miliar, China US$45 miliar, dan India US$17,5 miliar.
Di sisi lain, jumlah emas yang dikelola Pegadaian mencapai sekitar 153 ton atau setara sekitar US$20 miliar. Menurut Airlangga, besarnya potensi tersebut memberikan ruang bagi Indonesia untuk mengejar pasar ETF emas negara lain di kawasan.
"India sebetulnya bisa kita balap dengan waktu cepat. Jadi kita akan dalam waktu cepat bisa melampaui Singapura. Dan dengan demikian tentu kita lebih dalam lagi," ujar dia.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320337/original/020715600_1786345570-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-10T140430.897.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320072/original/053154100_1786333844-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-10T104516.679.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320188/original/007408700_1786339779-cek_fakta_-_sri_mulyani_berbagi_dana_bantuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6210955/original/079363800_1779089133-cek_fakta_BLT_umkm.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320078/original/017683700_1786334345-IMG_6362.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1299755/original/005358200_1469608319-airlangga-hartarto.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3149803/original/032801800_1591853666-20200611-Harga-Emas-Antam-Naik-ANGGA-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9319960/original/028305400_1786329208-IMG_6354.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4805343/original/080058200_1713432003-20240418-Kenaikan_Harga_Emas-HER_5.jpg)