Potensi Biomassa Indonesia dari Limbah Pertanian Capai 130 Juta Ton per Tahun

PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) terus mempercepat pemanfaatan biomassa ya berasal dari berbagai limbah dan tanaman energi sebagai bahan bakar alternatif pembangkit listrik.

Diterbitkan 12 September 2025, 19:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Indonesia memiliki potensi biomassa mencapai 130 juta ton per tahun dari limbah pertanian, limbah industri dan hutan tanaman energi.

Berkaca dari hal tersebut, PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) terus mempercepat pemanfaatan biomassa ya berasal dari berbagai limbah dan tanaman energi sebagai bahan bakar alternatif pembangkit listrik, konsumsinya pun terus meningkat guna mengejar target penurunan karbon.

Direktur Utama PLN EPI adalah Rakhmad Dewanto mengatakan, volume pemanfaatan biomassa meningkat signifikan, dari hanya 312 ribu ton pada 2021 menjadi 1,8 juta ton pada 2024. PLN EPI optimistis target 3 juta ton biomassa pada 2025 dapat tercapai.

“Tahun ini, target kami mencapai 3 juta ton biomassa. Angka ini setara dengan kurang lebih 3% dari volume batu bara yang dikelola PLN dan berpotensi mengurangi emisi hingga 3,3 juta ton CO2e per tahun,” kata Rakhmad, Kamis (11/9/2025).

PLN EPI berambisi mengembangkan ekosistem biomassa nasional tak hanya untuk kebutuhan kelistrikan, tetapi juga memenuhi kebutuhan industri dan peluang ekspor.

“Kami mempelopori model ekosistem biomassa terpadu, mulai dari pengumpulan bahan baku, sub-hub, hingga main hub dengan fasilitas mixing dan quality control. PLN EPI siap menjadi pelopor biomassa nasional,” tegas Rakhmad.

 

Volume Pasokan Energi

PLN EPI pun terus memastikan volume pasokan energi untuk PLN dengan adanya pertumbuhan demand di sektor kelistrikan. Tahun ini, pasokan batu bara ditargetkan mencapai 99,76 juta ton sementara pasokan gas mencapai 1.329 BBTUD atau mencapai hampir 40% dari kebutuhan nasional.

Di sisi lain, PLN EPI juga aktif mengembangkan infrastruktur energi seperti pengembangan regasifikasi LNG dan penguatan logistik BBM. Untuk mendukung _green energy_, PLN EPI tengah membangun rantai pasok biomassa nasional yang efisien dengan melibatkan berbagai mitra di seluruh wilayah Indonesia.

Pemanfaatan biomassa di PLN dijalankan melalui program cofiring di 52 PLTU, sejalan dengan Permen ESDM No. 12/2023. _Cofiring_ memungkinkan penggunaan biomassa sebagai campuran bahan bakar tanpa perlu membangun PLTU baru.

“Tingkat cofiring disesuaikan dengan tipe boiler, mulai dari 10 persen untuk pulverized coal hingga 70 persen untuk tipe stoker. Cara ini adalah salah satu langkah cepat untuk menurunkan emisi,” jelas Rakhmad.

 

Elemen Strategis

Pemerintah menempatkan biomassa sebagai elemen strategis dalam roadmap transisi energi menuju NZE 2060 atau lebih cepat. Target penurunan emisi Indonesia sebesar 358 juta ton CO2e pada 2030 dinilai masih realistis, dengan kontribusi sektor energi yang telah mencapai 147 juta ton pada tahun 2024.

Hingga semester I 2025, bauran energi baru terbarukan nasional tercatat 15,2 persen, dengan biomassa menjadi salah satu kontributor terbesar khususnya untuk pemanfaatan EBT langsung atau non-listrik. Selain itu, Pemerintah juga tengah menyiapkan skema percepatan pemanfaatan sampah menjadi energi melalui revisi Perpres 35/2018.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6