Viral PHK Buruh Gudang Garam, Ekosistem Industri Tembakau RI Goyah

Viral video yang diduga buruh pabrik PT Gudang Garam Tbk tengah bersalam-salaman dengan buruh lainnya. Video menampilkan buruh berkumpul di sebuah ruangan dengan kursi sederhana.

Diterbitkan 06 September 2025, 15:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ramai diperbincangkan video sejumlah buruh PT Gudang Garam Tbk (GGRM) diduga terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Hal ini menunjukkan kondisi ekosistem industri tembakau Indonesia tidak sedang dalam kondisi yang baik.

Pemerhati Ekosistem Tembakau Indonesia, Hananto Wibisono mengaku prihatin dengan kabar PHK buruh Gudang Garam. Video haru perpisahan buruh pabrik rokok itu menandai kondisi industri saat ini.

"Krisis ini bukan sekadar persoalan perusahaan, tetapi juga mencerminkan tantangan struktural yang mengancam ekosistem tembakau Indonesia," kata Hananto saat dikonfirmasi Liputan6.com, Sabtu (6/9/2025).

Dia mengatakan ada beberapa faktor penyebab PHK industri tembakau. Pertama, kenaikan cukai rokok yang turut memengaruhi daya beli konsumen sehingga beralih ke rokok murah bahkan ilegal.

Kedua, ketatnya regulasi dan perubahan pola konsumen. Hananto menyoroti regulasi yang makin ketat, seperti Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 yang mengatur produksi olahan tembakau. Aturan ini mencakup pembatasan iklan rokok dan pencantuman gambar peringatan kesehatan pada kemasan. Sejalan dengan itu, perubahan preferensi konsumen turut menekan penjualan.

"Pemerintah harus hadir untuk mengambil langkah konkret dalam memperkuat penegakan hukum terhadap rokok ilegal demi melindungi industri legal dan petani tembakau," pintanya.

 

Menopang Jutaan Pekerja

Hananto menjelaskan banyak pihak yang menggantungkan nasibnya dalam ekosistem industri tembakau ini. Ada jutaan pekerja hingga petani yang terlibat.

"Ekosistem tembakau Indonesia, yang menopang jutaan pekerja dan petani, berada di persimpangan jalan. Krisis ini adalah panggilan untuk bersama-sama mencari solusi yang berkelanjutan, demi menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat," tutur dia.

"Pelaku industri, pemerintah, dan masyarakat perlu berdialog guna merumuskan kebijakan yang tidak hanya menyelamatkan industri, tetapi juga melindungi pekerja dan petani dari dampak krisis yang lebih luas," sambungnya menjelaskan.

 

Viral Video Buruh Gudang Garam

Sebagaimana diketahui, viral video yang diduga buruh pabrik PT Gudang Garam Tbk tengah bersalam-salaman dengan buruh lainnya. Video menampilkan buruh berkumpul di sebuah ruangan dengan kursi sederhana.

Video juga memperlihatkan setiap buruh bersalaman hingga berpelukan. Raut wajahnya tampak sedih hingga sebagian lainnya meneteskan air mata.

Belum ada konfirmasi resmi kabar PHK tersebut dari pihak manajemen. Namun, video yang beredar itu menampilkan pekerja yang mengenakan seragam PT Gudang Garam Tbk.

 

Laba Gudang Garam Anjlok

Diberitakan sebelumnya, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) mencatat penurunan pendapatan dan laba sepanjang semester I 2025.

Mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (31/7/2025), PT Gudang Garam Tbk (GGRM) mengantongi pendapatan Rp 44,36 triliun hingga Juni 2025. Pendapatan turun 11,29% dari periode sama tahun sebelumnya, yaitu Rp 50,01 triliun.

Biaya pokok pendapatan turun 9,72% dari Rp 44,95 triliun hingga semester I 2024 menjadi Rp 40,58 triliun. Namun, laba bruto susut 25,26% menjadi Rp 3,78 triliun hingga Juni 2025. Laba bruto periode sama tahun lalu tercatat Rp 5,06 triliun.

Perusahaan mencatat laba usaha anjlok 68,16% dari Rp 1,61 triliun pada semester I 2024 menjadi Rp 513,71 miliar hingga Juni 2025.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6