Ekonomi RI Tumbuh di Bawah 5%, Kinerja Investasi Masih Ciamik

Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM memastikan bahwa investasi Indonesia masih dalam kondisi baik meski mencatat penurunan pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama 2025.

Diterbitkan 08 Mei 2025, 12:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM memastikan bahwa investasi Indonesia masih dalam kondisi baik meski mencatat penurunan pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama 2025.

Seperti diketahui, Indonesia mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 4,87% di kuartal pertama 2025. Angka tersebut lebih rendah dari yang dicapai pada akhir 2024 sebesar 5,03%.

Deputi Bidang Pengembangan Iklim dan Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM, Riyatno mengatakan, pihaknya optimis di tahun 2025 pertumbuhan ekonomi tetap bisa mencapai di atas 5%, salah satunya didukung oleh aliran investasi.

“Walaupun (ekonomi tumbuh) 4,87%, kalau dibandingkan dengan negara-negara G20 (Indonesia) termasuk tinggi karena hanya dibawah China, dan juga kalau di tingkat ASEAN hanya dibawah Vietnam,” ujar Riyatno dalam Grab Business Forum 2025 di Jakarta Selatan, Kamis (8/5/2025).

“Dari sisi global, Indonesia merupakan salah satu tujuan investasi,” ungkapnya.

Riyatno mengutip studi yang menunjukkam bahwa Indonesia berada di urutan ke-18 sebagai tujuan investasi global, serta urutan kedua di tingkat Asia Tenggara (ASEAN).

Kita harus akui bahwa nomor 1 itu adalah Singapura. Namun dengan sumber daya alam yang kita miliki, dengan pasar yang besar, kita masih menjadi salah satu tujuan investasi utama baik di tingkat global maupun di tingkat ASEAN,” imbuhnya.

Sebagai catatan, realisasi investasi Indonesia mencapai Rp465,2 triliun pada kuartal pertama 2025.

Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani mengungkapkan bahwa angka tersebut merupakan pertumbuhan 15,9% secara tahunan (year on year/YoY).

Realisasi investasi itu juga naik 2,7% secara kuartalan (quarter to quarter/QtQ). Investasi tersebut juga menghasilkan penyerapan tenaga kerja hingga 594.104 orang atau tumbuh 8,5% (YoY).

Realisasi investasi kuartal I/2025 setara dengan 24,4% dari total target investasi tahun ini senilai Rp1.905,6 triliun.

 

Realisasi Investasi Dalam Negeri Sentuh Rp 235 Triliun, Tumbuh 19%

Adapun realisasi investasi atau penanaman modal dalam negeri (PMDN) Indonesia tumbuh 19,1% pada kuartal pertama 2025, mengapai Rp 234,8 triliun. Angka tersebut setara 50,5% dari total realisasi investasi.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani mengungkapkan, pertumbuhan investasi PMDN di kuartal pertama didorong oleh perbaikan infrastruktur, terutama jalan tol.

Pertumbuhan tersebut juga didukung oleh realisasi investasi di sektor real estate dan properti. Di pembagian wilayah, Jakarta mencatat Penanaman Modal Dalam Negeri tertinggi senilai Rp 42,2 triliun, disusul oleh Jawa Barat sebesar Rp 33,8 triliun dan Jawa Timur Rp 22,1 triliun.

 

Investasi Asing Sentuh Rp230,4 Triliun

Di sisi sektor, realisasi PMDN terbesar berada di Transportasi, Gudang, dan Telelomunikasi Rp48,4 triliun atau tumbuh 20,6%, pertambangan tumbuh 12,6% menjadi Rp 29,5 triliun, perumahan, kawasan industri dan perkantoran tumbuh 10,8% menjadi Rp25,3 triliun serta jasa lainnya mencapai Rp 23,7 triliun atau tumbuh 10,1%, dan perdagangan serta reparasi tumbuh 8,1% menjadi Rp 18,9 triliun.

Adapun investasi asing atau penanaman modal asing (PMA) pada kuartal I 2025 menyentuh level Rp230,4 triliun atau 49,5% dari total investasi. Rosan memaparkan, realisasi investasi luar Jawa pada kuartal I/2025 mencapai Rp235,9 triliun atau 50,7% dari total investasi.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6