Sukses

Orang Terkaya Asia akan Bangun Kilang Tembaga Terbesar di India

Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan milik orang terkaya di Asia Gautam Adani, yakni Adani berencana untuk membangun kilang tembaga terbesar di India di tengah upaya negara itu mengurangi ketergantungannya pada impor logam.

Dilansir dari Forbes, Jumat (1/7/2022) miliarder India itu mengatakan bahwa anak perusahaan bisnis tembaganya, Kutch Copper telah mengumpulkan dana pinjaman sebesar USD 775 juta atau setara Rp 11,5 triliun dari sindikasi bank yang dipimpin oleh State Bank of India.

Dana tersebut akan digunakan untuk mempercepat pembangunan pabrik pemurnian tembaga di negara bagian Gujarat, India barat.

"Kutch Copper bertujuan untuk menciptakan kapasitas produksi tembaga olahan, yang memainkan peran penting dalam memperkuat pergeseran bangsa menuju kendaraan listrik dan energi terbarukan," kata Vinay Prakash, direktur Adani Enterprises.

"Proyek ini memiliki teknologi yang diperlukan dan pekerjaan konstruksi di lokasi berjalan dengan baik dan dijadwalkan untuk memulai produksi pada paruh pertama tahun 2024," ungkapnya.

Ketika pembangunannya rampung, pabrik tersebut dapat memproses satu juta ton tembaga per tahun dan membantu mengurangi impor India. 

Selain itu, pabrik tersebut juga diyakini akan menjadikan fasilitas tembaga terbesar di Kutch Copper India, menyalip Hindalco Industries milik miliarder India lainnya, Kumar Mangalam Birla, yang saat ini merupakan produsen logam terbesar di negara itu.

Sebagai informasi, Gautam Adani adalah pendiri dan ketua Adani Group, yang memiliki enam perusahaan konglomerat di India, termasuk Adani Enterprises. 

Forbes mencatat, Adani dan keluarganya  saat ini memiliki kekayaan bersih sebesar USD 99,2 miliar, menempatkannya di urutan keenam di daftar World’s Real-Time Billionaires, tepat di depan Larry Ellison dan Warren Buffet.

2 dari 3 halaman

Ulang Tahun, Orang Terkaya Asia Gautam Adani Beri Donasi Rp 114 Triliun

Miliarder India sekaligus orang terkaya di Asia, Gautam Adani dan keluarganya mengumumkan akan menghibahkan dana sebesar USD 7,7 miliar atau setara Rp 114,4 triliun untuk didonasikan ke berbagai kegiatan sosial. 

Pengeluaran dana untuk amal ini dilakukan dalam menyambut ulang tahun Gautam Adani yang ke-60.

Dilansir dari South China Morning Post, Jumat (24/6/2022) donasi tersebut akan dikelola oleh Yayasan Adani dan akan ditargetkan pada perawatan kesehatan, pendidikan dan pengembangan keterampilan.

"Ini adalah salah satu transfer terbesar yang dilakukan ke sebuah yayasan dalam sejarah perusahaan India," kata Adani kepada Bloomberg.

"Kami akan mengundang tiga komite ahli dalam beberapa bulan mendatang untuk merumuskan strategi dan memutuskan alokasi dana di tiga bidang ini," jelasnya.

Adani menambahkan, donasi akan diperluas ke satu atau dua bidang dalam beberapa bulan mendatang.

Taipan India tersebut bergabung dengan jajaran miliarder global seperti Mark Zuckerberg dan Warren Buffett yang telah menyumbangkan sebagian besar kekayaan mereka untuk filantropi.

Besaran dana amal yang dikeluarkan Adani pun hampir setengah dari apa yang disumbangkan Bill Gates dan Melinda French ke yayasan mereka pada tahun 2021 lalu.

Di antara figur terkemuka di India, mantan pimpinan Wipro Ltd yakni Azim Premji, juga memiliki inisiatif amal dengan sumbangan terbesar, yang diperkirakan mencapai USD 21 miliar atau Rp 312 triliun.

3 dari 3 halaman

Sekilas Tentang Adani Group Milik Orang Terkaya di Asia

Dengan kekayaan bersih hampir USD 92 miliar atau setara Rp. 1,3 kuadriliun, menurut Bloomberg Billionaires Index, Adani telah menambahkan lebih dari USD 15 miliar ke kekayaannya tahun ini.

Adani Group yang dimiliki sang miliarder, dimulai dengan sebuah perusahaan agri-trading kecil pada tahun 1988, kini telah berkembang menjadi konglomerat yang mencakup perdagangan batubara, pertambangan, logistik, hingga pembangkit listrik dan distribusi.

Baru-baru ini, bisnis Adani Group telah terjun ke energi hijau, bandara, pusat data, dan semen. 

Gautam Adani juga telah berkomitmen untuk menginvestasikan total USD 70 miliar pada tahun 2030 mendatang untuk menjadikan perusahaannya sebagai produsen energi terbarukan terbesar di dunia.

Yayasan amal Adani, yang dipimpin oleh istri Gautam, yakni Priti Adani, didirikan pada tahun 1996 dan telah mengerjakan beragam program sosial di daerah pedalaman pedesaan India.

Yayasan tersebut juga telah menjangkau lebih dari 3,7 juta orang di 2.409 desa di 16 negara bagian di India, menurut situs webnya.