Sukses

Gandeng 2 BUMN, Produsen Kereta Asal Swiss Bakal Bangun Kantor di Indonesia

Liputan6.com, Jakarta - Produsen gerbong kereta api kelas dunia asal Swiss, Stadler, akan segera membangun kantor cabang Asia dan Oseania di Indonesia. Hal ini sebagai bentuk tindak lanjut dari kerja sama antara BUMN PT Kereta Api Indonesia dan PT INKA dengan Stadler.

Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan, langkah ini merupakan wujud nyata BUMN go global dimana PT KAI bisa berperan di kancah internasional.

"Kita bersepakat dengan Stadler, dengan partnership dengan grup Kereta Api Indonesia yang di bawahnya tentu ada PT Kereta Api dan PT INKA, bersama-sama kita membangun pabrik dan sudah akan selesai," kata Erick saat konferensi pers virtual, Jumat (15/10/2020).

Langkah ini juga dilakukan untuk memastikan bagaimana Indonesia bisa men-supply gerbong kereta api tingkat dunia.

"Dengan itu Stadler juga memastikan akan membuat kantor pusat untuk regional Asia dan Oseania, tempatnya di Indonesia," ujar Erick.

"Karena itu kita sangat mengapresiasi kepercayaan internasional terhadap Indonesia, dan kita memastikan akan banyak perusahan BUMN yang berkualitas global dan regional (turut terlibat)," tuturnya.

Sebagai informasi, kerjasama antara PT INKA (Persero) dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) dengan Perusahaan produsen kereta api Swiss Stadler Rail dilakukan pada 2019 lalu.

Tiga perusahaan ini membentuk perusahaan patungan untuk membangun pabrik kereta api di Banyuwangi, Jawa Timur. Penandatanganan perjanjian tersebut dilakukan oleh Executive Chairman Stadler Rail Peter Spuhler dan Presiden Direktur PT INKA Budi Noviantoro dan disaksikan Duta Besar RI Muliaman D Hadad.

Untuk tahap pertama, total nilai investasi akan mencapai USD 100 juta untuk memproduksi 125 gerbong per tahun yang akan ditingkatkan menjadi 1.000 gerbang per tahun.

2 dari 3 halaman

Swiss Bakal Bangun Pabrik Kereta Api di Banyuwangi

Sebelumnya, Perusahaan produsen kereta api Swiss Stadler Rail menggandeng PT INKA untuk mendirikan perusahaan joint venture. Perusahaan joint venture ini untuk membangun pabrik kereta api di Banyuwangi, Jawa Timur.

Hal itu ditunjukkan lewat penandatanganan investasi antara Swiss Stadler Rail dan PT INKA. Penandatangan perjanjian dilakukan oleh Executive Chairman Stadler Rail Peter Spuhler dan Presiden Direktur PT INKA Budi Noviantoro. Penandatanganan perjanjian itu juga dihadiri oleh Menteri BUMN Rini Soemarno dan Duta Besar RI di Swiss, Muliaman Hadad.

Duta Besar Muliaman D.Hadad menuturkan, selain mendapatkan investasi dan alih teknologi serta memenuhi kebutuhan kereta api di Indonesia, produksi perusahaan joint venture juga memiliki peluang besar untuk diekspor ke negara di kawasan. Demikian dilansir Antara, Sabtu (21/9/2019).

Pada tahap pertama, total nilai investasi akan mencapai USD 100 juta untuk memproduksi 125 gerbong per tahun yang akan ditingkatkan menjadi 1.000 gerbang per tahun. PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan menjadi pembeli utama produksi perusahaan joint venture ini.

Sedangkan pabrik akan dibangun di area seluas 83 hektare (ha) di Banyuwangi yang mempunyai pelabuhan laut sejauh tiga km dari lokasi pabrik. Pembangunan pabrik bakal selesai pada 2020.

Upaya untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia (SDM) untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja industri ini, Stadler Rail akan mendirikan sekolah vokasi perkeretaapian di Indonesia.

Muliaman menuturkan, kesepakatan investasi Swiss yang pertama setelah penandatanganan Indonesia-EFTA Comprehensive Economic Partnership Agreement (IE CEPA) pada Desember 2018. Diharapkan kerja sama ini akan mendorong pula kerja sama investasi di sektor lainnya antara kedua negara.

Menteri BUMN Rini Soemarno menuturkan, investasi ini sangat mendukung program pembangunan sarana transportasi di Indonesia mengingat volume penumpang kereta api terus meningkat setiap tahun. 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: