Direktur Astra Beli 500.000 Saham ASII, Ini Tujuannya

Direktur PT Astra International Tbk (ASII) Djap Tet Fa kini memiliki 3,5 Juta ASII

Diterbitkan 14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Direktur PT Astra International Tbk (ASII) Djap Tet Fa menambah kepemilikan saham ASII. Pembelian saham ASII ini dilakukan untuk investasi.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Jumat (14/8/2026),  Direktur Astra International Djap Tet Fa membeli 500.000 saham dengan harga Rp 4.825 per saham pada 12 Agustus 2026. Dengan demikian, nilai transaksi pembelian saham ASII mencapai Rp 2,4 miliar.

“Tujuan transaksi investasi dengan status kepemilikan langsung,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Seiring pembelian saham itu, Djap Tet Fa mengenggam 3.500.000 saham ASII atau setara 0,0086% dari sebelumnya 3.000.000 saham atau setara 0,0074%.

Mengutip data RTI, harga saham ASII melemah 1,23% ke posisi Rp 4.800 per saham. Saham ASII dibuka naik 20 poin menjadi Rp 4.880 per saham. Harga saham ASII berada di level tertinggi Rp 4.890 dan terendah Rp 4.780 per saham. Total frekuensi perdagangan 16.983 kali kali dengan volume perdagangan saham 487.363 saham. Nilai transaksi Rp 234,4 miliar.

Kinerja Keuangan

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pada perdagangan saham Kamis, 13 Agustus 2026. Koreksi IHSG hari ini terjadi di tengah seluruh sektor saham yang tertekan.

Mengutip data RTI, IHSG ditutup turun 1,13% menjadi 6.301,76. Indeks saham LQ45 melemah 1,05% menjadi 627,16. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG ditutup terkoreksi 1,13% disertai dengan munculnya tekanan jual, di mana hal tersebut sejalan dengan analisis teknikal yg kami sampaikan pada report pagi ini.

“Di sisi lain, pergerakan IHSG terkoreksi pascarilis pengumuman MSCI yang meskipun masih dalam status pembekuan namun beberapa emiten dalam konstituennya terdepak, yang dikhawatirkan akan adanya outflow pada IHSG saat masa efektif nanti,” kata Herditya saat dihubungi Liputan6.com.

 

Sektor Saham

Pada perdagangan Kamis pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.390,32 dan level terendah 6.281,57. Sebanyak 452 saham melemah sehingga bebani IHSG. 175 saham menguat dan 164 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 1.925.105 kali dengan volume perdagangan saham 28,4 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 13,6 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.860.

Seluruh sektor saham tertekan. Sektor saham basic melemah 2,93%, dan catat koreksi terbesar. Lalu sektor saham energi turun 2,32%, sektor saham industri terpangkas 2,3%, dan sektor saham consumer siklikal susut 1,59%.

Sementara itu, sektor saham consumer nonsiklikal melemah 1,05%, sektor saham siklikal terpangkas 1,59%, sektor saham kesehatan terperosok 0,93%. Lalu sektor saham keuangan melemah 0,21%, sektor saham properti tergelincir 0,30%, sektor saham teknologi susut 1,2%, sektor saham infrastruktur merosot 0,88% dan sektor saham transportasi turun 1,33%.

Pada perdagangan saham Kamis pekan ini, saham BSSR naik 0,23% menjadi Rp 4.340 per saham. Harga saham BSSR dibuka stagnan di posisi Rp 4.330 per saham.