UEA Melepas Aset Iran yang Dibekukan Bayangi Bitcoin

Kementerian Luar Negeri Uni Emirat Arab (UEA) menanggapi mengenai kabar melepas aset Iran yang dibekukan di UEA.

Diterbitkan 14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga minyak turun pada Kamis, 13 Agustus 2026 menyusul laporan Uni Emirat Arab (UEA) telah melepas aset Iran yang dibekukan di bank-bank UEA, termasuk emas senilai sekitar US$ 200–US$ 283 juta. Nilai itu setara Rp 3,57 triliun-Rp 5,03 triliun  Seiring hal itu bitcoin dan pasar kripto secara keseluruhan mengalami pemulihan.

UEA telah melepas aset Iran yang dibekukan senilai beberapa miliar dolar yang tersimpan di bank-bank UEA, termasuk 1,5 ton emas, menurut The Hormuz Letter dan sumber-sumber lain di platform X.Demikian mengutip Yahoo Finance, Jumat, (14/8/2026).

Laporan tersebut menyebutkan alasan di balik transfer ini adalah agar Iran tidak menyerang UEA pada masa mendatang, menurut sejumlah sumber senior di Teheran yang mengetahui perihal transfer tersebut.

Aset-aset itu diangkut ke Iran menggunakan pesawat Boeing 737-7KK (A6-RJA) yang dioperasikan oleh UAE Royal Jet, dari Abu Dhabi menuju Bandara Mehrabad Teheran dan Bandara Payam di Karaj pada 11 dan 12 Agustus. Setiap penerbangan dilaporkan hanya berlangsung kurang dari satu jam sebelum pesawat kembali.

Beberapa sumber menyebut ini sebagai transfer ketiga semacam itu. Klaim sebelumnya dalam laporan Reuters Juni mengindikasikan UEA telah setuju untuk melepas dana sebesar US$ 10–US$ 20 miliar.  Lebih dari US$ 3 miliar telah diserahkan di tengah ketegangan antara AS dan Iran.

 Namun, Kementerian Luar Negeri UEA saat itu membantah laporan mengenai transfer tersebut, dengan menyatakan "tidak ada dana Iran yang dibekukan yang telah dilepas, ditransfer, atau difasilitasi melalui UEA." Pejabat AS juga menepis klaim adanya kesepakatan sampingan atau pelepasan aset tanpa adanya denuklirisasi Iran.

 

 

Bitcoin Melonjak Saat Harga Minyak Turun

Laporan terbaru ini juga belum diverifikasi oleh pihak UEA maupun AS per 13 Agustus. Akan tetapi, Iran dapat memperoleh kembali aset yang dibekukan serta dana kompensasi dengan cara melelang pengecualian serangan kepada negara-negara Teluk, termasuk Bahrain, Kuwait, Arab Saudi, Yordania, dan Qatar.

Harga minyak turun mendekati level US$ 82 per barel hari ini, mengakhiri tren kenaikan selama lima hari, di tengah harapan investor akan kesepakatan pembukaan kembali Selat Hormuz serta adanya transfer aset Iran yang dibekukan oleh UEA.

Di sisi lain, pemerintahan Presiden AS Donald Trump juga bergerak untuk memberikan tekanan ekonomi yang lebih besar terhadap Iran. Langkah-langkah tersebut mencakup perluasan sanksi ekonomi dan penerapan blokade laut.

Sementara itu, harga bitcoin naik 1% dalam hitungan jam seiring koreksi harga minyak. Harga bitcoin sempat diperdagangkan di kisaran US$ 63.900. Harga bitcoin sempat sentuh level terendah US$ 63.267 dan level tertinggi US$ 64.329 dalam 24 jam.

Volume perdagangan Bitcoin meningkat hampir 6% dalam 24 jam terakhir, yang menunjukkan bahwa minat para pedagang masih terjaga. Hal ini terjadi di tengah melambatnya inflasi CPI AS selama dua bulan berturut-turut ke angka 3,4%.

Data Polymarket menunjukkan adanya peluang sebesar 26% bagi Bitcoin untuk turun ke bawah level US$ 60.000 pada Agustus, sementara probabilitas untuk skenario sebaliknya (tidak turun ke bawah level tersebut) berada di angka 76%. Perlu dicatat bahwa Bitcoin telah turun ke zona 'Biaya Produksi' (Cost of Production), sebuah level yang secara historis dikaitkan dengan titik terendah pasar bearish.

 

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.