Sukses

Dongkrak Ekspor, Mendag Agus Suparmanto Ingin UKM Beriklan secara Virtual

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto dalam kunjungannya ke PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (Emtek) memaparkan sejumlah langkah strategis untuk meningkatkan ekspor nasional.

Salah satunya dengan memberi ruang pada pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) agar bisa mempromosikan produknya secara virtual.

"Kita ingin mendorong pemberian fasilitasi para pelaku ekspor, khususnya UKM ekspor, untuk ikut serta dalam beberapa promosi secara virtual," jelas Agus Suparmanto di SCTV Tower, Jakarta, Rabu (12/8/2020).

Guna mewujudkan tujuan tersebut, Mendag ingin mempermudah proses izin ekspor. Selain itu, pemerintah dikatakannya bakal menyederhanakan proses izin impor untuk bahan baku penopang ekspor.

"Kita akan mensimpelkan perizinan. Terutama untuk ekspor dan juga untuk impor bagi bahan baku penolong industri. Ini jelas untuk mempermudah," ujar dia.

Menurut dia, kemudahan izin impor tersebut dapat mensubstitusi kekosongan bahan baku untuk produk yang bisa diekspor. Dia pun menyatakan bakal sangat selektif terhadap izin impor tersebut.

"Perizinan lainnya juga kita pangkas. Dan izin ini berkaitan dengan untuk izin usaha kita simpelkan, dan juga izin-izin lain yang sifatnya juga mendukung untuk ekspor kita akan prioritaskan," tutur Agus Suparmanto.

 

** Saksikan "Berani Berubah" di Liputan6 Pagi SCTV setiap Senin pukul 05.30 WIB, mulai 10 Agustus 2020

2 dari 2 halaman

Strategi Mendag Genjot Perdagangan di Tengah Pandemi

Sebelumnya, Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyambangi PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (Emtek) dan Indosiar Grup di SCTV Tower. Dalam pertemuan tersebut dihadiri jajaran tinggi Kementrian Perdagangan, yang dipimpin langsung Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto dan Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga.

Dalam pertemuan tersebut, Kemendag berharap peran media dan grup besar seperti Emtek dan Indosiar menyampaikan berita positif kepada publik selama wabah pandemi Covid-19.

 

"Ini sejalan dengan kondisi Indonesia yang masih surplus sebesar USD 5,5 miliar selama Juni 2020," kata Mendag Agus di SCTV Tower, Rabu (12/8/2020).

Agus menyampaikan, kondisi ini harus tetap dijaga dan diperjuangkan melalui segala daya dan upaya. Dia memaparkan tiga strategi utama dalam fokus perdagangan saat ini, yaitu produk yang positif selama pandemi, produk baru muncul akibat pandemi, dan produk yang pulih pasca pandemi.

"Semua ini diharapkan bisa mendorong ekonomi Indonesia melalui perdagangan," ujar Agus.

Pemerintah diharapkannya juga mampu menjaga stabilitas harga pangan. Salah satu upaya yang dilakukan yakni dengan membuka keran impor dan operasi pasar bersama dengan Satgas Pangan.

"Kondisi Covid-19 tentunya merupakan salah satu tantangan utama dalam mendorong ekonomi dan perdagangan. Kementrian tetap mengimbau agar masyarakat tetap berusaha dan berdagang dengan mematuhi protokol kesehatan," imbuhnya.

Selain itu, Kementrian Perdagangan juga mendorong pelaku usaha untuk menggunakan teknologi. Termasuk memakai platform e-commerce dalam melakukan usaha selama masa pandemi.

"Banyak hal yang bisa dilakukan oleh masyarakat dalam saling mendukung dalam masa pandemi ini, salah satunya dengan membeli produk dalam negeri dan bangga buatan Indonesia. Harapannya dengan meningkatnya konsumsi dalam negeri maka ekonomi bisa cepat pulih," pungkas Mendag.