Menanti 10 Tahun, Cerita di Balik Bunga PNM Mekaar Akhirnya Turun Jadi 8%

Bunga PNM Mekaar resmi dipangkas ke 8% selamanya. Arahan Presiden ini siap meringankan beban 23,3 juta ibu-ibu nasabah.

Diterbitkan 12 Agustus 2026, 16:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah resmi mengambil langkah tegas untuk meringankan beban ekonomi masyarakat kecil. Bunga pembiayaan program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) dari PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM dipastikan turun drastis dari sebelumnya sekitar 20% menjadi hanya 8%.

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman menegaskan, pemangkasan suku bunga ini merupakan bentuk perhatian nyata pemerintah terhadap rakyat di lapisan bawah.

"Tujuannya supaya ada keberpihakan pemerintah yang diharapkan oleh Pak Presiden kepada masyarakat kecil, khususnya ibu-ibu," kata Maman di Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu (12/8/2026).

Keputusan krusial tersebut disepakati melalui rapat koordinasi intensif yang melibatkan Kementerian UMKM, Kemenko Perekonomian, Kementerian Keuangan, dan Danantara. Maman mengungkapkan bahwa penurunan bunga hingga 12% ini merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto agar masyarakat kelas menengah ke bawah tidak terbebani bunga tinggi.

Langkah ini sekaligus menjawab penantian panjang masyarakat. Pasalnya, aspirasi untuk menurunkan suku bunga program Mekaar sudah diperjuangkan sejak lebih dari 10 tahun lalu, dan baru berhasil direalisasikan saat ini.

"Sudah diputuskan bunganya diturunkan dari kurang lebih tadi 20 persen sekarang menjadi 8 persen," ujarnya.

Tak hanya itu, Maman menjamin kebijakan bunga rendah 8% ini akan berlaku seterusnya (permanen), sehingga warga prasejahtera dapat terus mengakses pinjaman modal dengan skema yang terjangkau.

"Respons Pak Presiden baik dan saya sebagai pembantu beliau, yang sekaligus mewakili ibu-ibu Mekaar mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Pak Presiden atas kebijakan yang sangat pro kepada masyarakat bawah ini. Karena ini sangat meringankan sekali," katanya.

Jangkau Puluhan Juta Nasabah Perempuan

Penurunan bunga ini berdampak langsung pada skala pemberdayaan yang massif. Hingga saat ini, PNM mencatat telah menyalurkan pembiayaan dan pendampingan kepada 23,3 juta nasabah Mekaar yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia.

Langkah ini sekaligus meneguhkan peran PNM sebagai lembaga yang membuka akses keuangan bagi masyarakat yang belum terjangkau layanan perbankan formal.

"Setiap pembiayaan yang diberikan harus bermuara pada peningkatan kualitas hidup nasabah dan keluarganya," kata Direktur Utama PNM Kindaris di Jakarta, Jumat (26/6).

Kindaris menjelaskan, mayoritas dari total 23,3 juta nasabah Mekaar tersebut merupakan kaum perempuan prasejahtera yang bertindak sebagai tulang punggung perekonomian keluarga.

Ia menambahkan, tolok ukur keberhasilan BUMN ini tidak sekadar dihitung dari tingginya angka penyaluran modal, melainkan dari seberapa besar dampak positif dan perbaikan taraf hidup yang dirasakan langsung oleh para nasabah beserta keluarga mereka.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6