Â
Liputan6.com, Jakarta - Aktivitas Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, kembali meningkat dengan meluncurkan lava pijar sejauh 1 kilometer ke arah Kali Sumpihi. Wilayah perlintasan lava tersebut merupakan sungai yang membatasi dua permukiman warga, yakni Kampung Kinali dan Kampung Hiung di Kecamatan Siau Barat Utara.
Ketua Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Karangetang, Yudia P Tatipang, mengimbau masyarakat tetap bersiaga meski jarak luncuran material vulkanik tersebut belum menyentuh kawasan permukiman.
Advertisement
"Hingga saat ini, jarak luncuran lava baru sekitar 1.000 meter. Sementara Kawasan Rawan Bencana jaraknya 4,5 kilometer. Meski jauh dari permukiman, tapi harus diwaspadai," ujar Yudia, Kamis (13/8/2026).
Berdasarkan laporan pengamatan visual, kawah Gunung Karangetang teramati mengeluarkan asap putih bertekanan lemah hingga sedang dengan ketinggian 25-50 meter di atas puncak.
Sementara itu, pada kawah utara teramati sinar api setinggi 10-25 meter yang disertai suara gemuruh lemah hingga agak kuat.
"Gemuruh tersebut juga kerap diikuti hembusan asap putih keabuan yang membumbung hingga 150 meter ke arah utara-timur laut," ujarnya.
Secara kegempaan, Pos PGA merekam 134 kali gempa embusan, 66 kali tremor harmonik, dua kali gempa guguran, serta beberapa kali gempa vulkanik dan tektonik.
Â
Zona Bahaya
Meskipun tingkat aktivitas Gunung Karangetang saat ini masih berada pada Level II (Waspada), pihak berwenang terus mengingatkan masyarakat dan wisatawan untuk mematuhi zona bahaya.
"Masyarakat dilarang keras melakukan pendakian atau beraktivitas dalam radius 1,5 kilometer dari kawah utama dan kawah utara, serta area perluasan sektoral sejauh 2,5 kilometer ke arah utara-barat dan barat daya," ujarnya.
Dia mengatakan warga juga diminta mewaspadai potensi guguran lava dan awan panas secara mendadak akibat penumpukan material lava lama yang kondisinya belum stabil dan mudah runtuh, terutama pada sektor selatan, tenggara, barat, dan barat daya.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5541033/original/082609300_1774846921-jusuf_kalla_-_iran_klaim_kunjungan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323076/original/064136000_1786599582-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-13T123857.729.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323057/original/029470100_1786598614-cek_fakta_-_jusuf_kalla_pensiunan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322343/original/021494700_1786525018-HOAX__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2779667/original/043284400_1555382009-IMG-20190415-WA0413.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294848/original/001522600_1783896274-1000039863.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294761/original/022744500_1783864970-1000039843.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2779667/original/043284400_1555382009-IMG-20190415-WA0413.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4947265/original/008847300_1726676818-WhatsApp_Image_2024-09-18_at_23.25.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4947254/original/014008100_1726675454-WhatsApp_Image_2024-09-18_at_23.02.20.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323395/original/004311000_1786611161-images.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/928910/original/047418000_1436887158-Gunung_Lokon_dilihat_dari_kompleks_Vihara_Buddhayana.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323191/original/094974300_1786604245-IMG-20260813-WA0070.jpg)