Menjanjikan, Investasi di Sektor Perikanan Bisa Untung hingga Rp 30 Juta Sebulan

Dalam permodalan investasi perikanan membutuhkan biaya bervariatif.

Diperbarui 10 Juni 2020, 13:42 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kemenko Marves, Safri Burhanuddin, membeberkan kisaran investasi yang menjanjikan di sektor perikanan, di antaranya bisa sebagai pembudi daya atau pengelola.

Sebagai contoh, Safri menyebut budi daya udang. Dalam permodalan investasi membutuhkan biaya bervariatif mulai dari Rp 1 miliar, tergantung besaran diameter penampungan (tambak).

Dalam perhitungannya, dengan kisaran modal tersebut, maka pembudi daya perikanan akan mendapatkan keuntungan sekitar Rp 5 juta sampai dengan Rp 10 juta per orang per bulan.

"Udang itu mulai dari Rp 1 miliar, tergantung diameter," ujar Safri dalam diskusi daring Perikanan sebagai budidaya penggerak ekonomi nasional bersama Liputan6.com, Rabu (10/6/2020).

"Tapi dari perhitungan yang saya lihat, itu dia bisa menghasilkan kurang lebih antara Rp 5 juta-10 juta per orang per bulan keuntungannya," sambung dia.

Hal yang lebih menjanjikan daripada menjadi nelayan yang penghasilan per bulan ditaksir Rp 3 juta sampai Rp 4 juta jka melaut.

"Itu lebih menjanjikan dibandingkan jadi nelayan, nelayan itu dia dapat antara Rp 3 juta-Rp 4 juta kalau dia melaut. Nelayan bukan perusahaan besar, ya," jelas Safri.

 

Saksikan video di bawah ini:

Dukungan Pendingin

Sementara yang lebih menggiurkan lagi, adalah sebagai pengelola, yang bisa mendapatkan Rp 10 hingga Rp 20 juta per bulan melalui pemangkasan distribusi.

Dia menuturkan, guna memperkuat demand program gemar ikan, pihaknya memberikan setiap kelurahan 1 pendingin (freezer). Nantinya sang pengelola langsung berhubungan dengan penangkap ikan, langsung ke pengepul besar, langsung.

"Jadi dia butuh cuma 3 kali (proses), ini akan bisa lebih murah, terus ikannya jauh lebih fresh. Nah, pengelolanya ini dia sehari bisa menjual 100 kilo, itu sebulan dia bisa dapat Rp 20 juta-Rp 30 juta," jelas Safri.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6