Liputan6.com, Jakarta - Tiga hari terakhir menjadi masa sulit bagi warga di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang. Kebakaran yang melanda sekitar 15 hektare gunungan sampah membuat kawasan tersebut diselimuti kepulan asap pekat yang terus mengganggu aktivitas warga.
Dalam kondisi itu, warga terpaksa mengenakan masker berlapis saat beraktivitas di luar rumah. Sebagian lainnya memilih membatasi aktivitas karena khawatir terpapar asap yang semakin menebal dan menyebar hingga permukiman.
Di jalanan sekitar lokasi, suasananya tak kalah mencekam. Kepulan asap putih keabu-abuan terus menyembur dari perut gunungan sampah, membatasi jarak pandang para pengguna jalan. Beberapa pengendara mobil terpaksa menyalakan lampu hazard demi menjaga jarak aman, sementara para pemotor hanya bisa pasrah menerobos pekatnya udara.
Advertisement
"Pedih banget ke mata!" teriak salah seorang pengendara motor sembari menyipitkan mata saat melintas, Kamis (2/7/2026).
Bukan sekadar memedihkan mata, udara di sekitar TPA Jatiwaringin kini dipenuhi aroma menyengat khas sampah yang terbakar. Bagi warga luar daerah yang melintas, bau busuk bercampur hangus ini tak jarang memicu rasa pusing.
Dampak buruk ini dirasakan langsung oleh Dedi Yulianto (43), warga Kampung Gintung yang rumahnya berjarak sekitar 1,5 kilometer dari pusat api. Menurut Dedi, asap mulai menjajah kampungnya sejak Selasa, 30 Juni 2026 lalu.
"Kalau angin dari barat, asapnya langsung ke kampung. Dari kemarin sudah kelihatan asapnya banyak sekali," keluh Dedi.
Pagi tadi, saat hendak menuju Pasar Jati, Dedi mengaku masih harus menembus kabut asap yang tebal. Baginya, kepulan asap dari TPA tersebut tidak sekadar menyebarkan bau menyengat, tetapi benar-benar membuat warga kesulitan bernapas dan menyiksa mata.
"Namanya asap ya, sesak. Mata juga perih. Tadi pagi waktu saya lewat ke arah Pasar Jati, asapnya masih tebal. Terasa sekali di mata karena ini asap dari TPA," keluhnya lagi.
Dedi mengamini bahwa kebakaran di area TPA memang kerap terjadi setiap kali memasuki musim kemarau. Namun, kali ini skalanya jauh lebih besar lantaran kepulan asap terus keluar dan membesar dari waktu ke waktu.
"Kalau musim kemarau memang sering kebakaran. Tapi ini lumayan parah. Asapnya ke mana-mana," ujarnya.
Kini, ia hanya bisa berharap kobaran api bisa segera dipadamkan dan mereda. Dengan begitu, warga sekitar dapat kembali beraktivitas normal tanpa harus dihantui ketakutan untuk mengungsi.
Ratusan Warga Mulai Tumbang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715529/original/035852900_1782808165-Screenshot_20260630_140739_WhatsApp_2.jpg)
Kekhawatiran Dedi bukan tanpa alasan. Kabut asap ini nyatanya mulai memakan korban. Data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang mencatat, sebanyak 154 warga kini mulai mengeluhkan gejala Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Mirisnya, mayoritas dari mereka yang bertumbangan adalah kelompok rentan, yakni ibu hamil dan balita. Bahkan, kondisi darurat ini memaksa satu orang ibu hamil harus dilarikan dan dirujuk ke RSUD Kabupaten Tangerang demi mendapatkan perawatan intensif.
"Sejak kemarin kami data ada 154 warga yang memiliki gejala ISPA akibat asap kebakaran TPA Jatiwaringin dan telah dilakukan penanganan medis," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi, Kamis (2/7/2026).
Menyikapi status darurat kebakaran ini, pemerintah daerah langsung bergerak cepat dengan menyiagakan 25 petugas medis yang disebar melalui unit Puskesmas di tiga wilayah terdampak, yaitu Kecamatan Rajeg, Mauk, dan Sukadiri.
Tak hanya itu, lima posko kesehatan terpadu juga telah didirikan darurat di lapangan. Rinciannya, tiga posko di Kecamatan Rajeg, satu posko di Kecamatan Sukadiri, dan satu pos siaga utama yang berdiri tepat di area TPA Jatiwaringin, Mauk.
Kini, seluruh Puskesmas di Kabupaten Tangerang dalam posisi siaga penuh. Pasokan masker terus ditambah ke wilayah-wilayah yang diperkirakan akan terimbas arah angin.
Advertisement
Status Tanggap Darurat Ditetapkan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8814867/original/007880400_1782909199-IMG-20260701-WA0053.jpg)
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang resmi menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Kebakaran TPA Jatiwaringin. Status tersebut ditetapkan melalui Keputusan Bupati Tangerang Nomor 609 Tahun 2026 yang berlaku mulai 1 hingga 14 Juli 2026.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, penetapan status tanggap darurat dilakukan untuk mempercepat penanganan kebakaran serta meminimalkan dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan.
“Dan meminimalkan dampak terhadap masyarakat maupun lingkungan,” ujar Abdul, Kamis (2/7/2026).
Ia juga meminta seluruh unsur terkait untuk terus bersinergi dalam upaya pengendalian api di lokasi kejadian.
Selain itu, pemerintah mengimbau masyarakat di sekitar TPA Jatiwaringin agar mengurangi aktivitas di luar ruangan jika tidak mendesak, terutama saat paparan asap meningkat.
Warga juga diminta menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah serta menjaga kelompok rentan seperti balita, lansia, dan penderita penyakit pernapasan dari paparan asap.
“Warga juga disarankan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah, menjaga kelompok rentan seperti balita, lansia, dan penderita penyakit pernapasan, serta mengikuti arahan petugas apabila diperlukan langkah evakuasi maupun penanganan lebih lanjut,” kata Abdul.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8968722/original/090452400_1782980277-cek_fakta_-_tenaga_pendamping_masyarakat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562012/original/067915900_1776772441-Cek_fakta_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9016394/original/060762900_1783001216-IMG-20260702-WA0026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1373278/original/054611400_1476383771-tangerang.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8442423/original/051297200_1782335693-063_2283164257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9076838/original/076638200_1783028282-000_B8H386V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9072363/original/048211400_1783026161-000_B9476UW.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9072362/original/069449700_1783026157-000_B94788B.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8411138/original/071923000_1782295017-leao.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8369442/original/037177900_1782246021-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264052/original/051981800_1782069590-Spain_s_Lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260345/original/097053600_1781587471-spanyol.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261027/original/025366000_1781675161-AP26168084988387.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257805/original/092292600_1781257252-9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264149/original/054877000_1782096496-063_2282689905-Timnas_Mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9007472/original/087252500_1782997409-Screenshot_2026-07-02_200217.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9002299/original/053410900_1782995150-IMG-20260702-WA0026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8993672/original/045774500_1782991318-Screenshot_20260702_171047_Instagram.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715529/original/035852900_1782808165-Screenshot_20260630_140739_WhatsApp_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782531/original/092583300_1782890110-IMG-20260701-WA0020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715530/original/042545600_1782808165-Screenshot_20260630_140532_WhatsApp_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8774558/original/063018600_1782833971-IMG-20260630-WA0023.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8579952/original/025952500_1782539574-DLH_Tangerang.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8570554/original/075822800_1782523917-Penganiaya_caddy_golf_ditangkap_polisi.jpg)