Sukses

3 Tipe Orang yang Tak Butuh Asuransi Jiwa

Liputan6.com, Jakarta - Tak seperti asuransi kesehatan, tidak semua orang membutuhkan asuransi jiwa. Biasanya itu adalah keputusan Anda sendiri untuk membeli asuransi jiwa. Tidak membeli asuransi jiwa juga memiliki kegunaan yaitu untuk menjaga stabilitas keuangan.

Ketika membeli asuransi jiwa, Anda akan terus membayar premi untuk memastikan siapa yang akan menjadi "ahli waris" dan menerima dana ketika Anda meninggal nantinya. Mungkin ada beberapa orang yang tidak keberatan secara finansial untuk membayar premi setiap bulan, tetapi ada juga yang merasa keberatan.

Tergantung pada situasi keuangan masing-masing dari Anda. Dikutip dari Business Insider, Jumat (23/8/2019), berikut adalah tiga jenis orang yang tidak perlu asuransi jiwa:

1. Hidup sendiri

Jika sedang hidup sendiri dan seorang lajang tanpa tanggungan, Anda mungkin tidak membutuhkan asuransi jiwa atau mungkin belum dibutuhkan. Pakar keuangan mengatakan asuransi jiwa diutamakan bagi orang-orang yang secara finansial mendukung pasangan, anak, atau kerabat. Maksudnya orang yang selain diri sendiri, bergantung pada pendapatan mereka untuk hidup.

Membeli asuransi jiwa adalah ide buruk jika Anda hidup sendiri dan tidak memiliki tanggunan untuk siapa pun. Sehingga ada tanggungan lain yang seharusnya digunakan ketimbang membayar premi asuransi jiwa setiap bulan.

2. Pensiunan dan pra-pensiun

Premi asuransi jiwa cenderung meningkat dengan bertambahnya usia karena kesehatan yang menurun sehinga kehidupan seorang lanjut usia menjadi lebih mahal untuk diasuransikan.

Menurut analisis terhadap 80 ribu penawaran asuransi jiwa, premi bulanan rata- rata untuk satu orang yang berusia 30-an adalah sekitar USD 42 atau Rp 597 ribu (1 USD = Rp 14.237).

Pada usia 50, biaya rata-rata naik hampir USD 145 atau Rp 2 juta untuk setiap bulan. Pada usia 60, biaya menjadi USD 200 setara dengan Rp 2,8 juta per bulan.

 

2 dari 2 halaman

3. Anak-anak dan mahasiswa

Menurut Business Insider, anak-anak dan mahasiswa tidak membutuhkan asuransi jiwa untuk mereka sendiri. Satu-satunya pengecualian adalah ketika anak yang mendukung finansial keluarga. Dalam hal ini memungkinkan anak untuk membeli polis asuransi jiwa. Meskipun orang tua yang masih memiliki kewajiban untuk memegang asuransi tersebut.

Secara umum, anak-anak dan dewasa muda paling sering berada di pihak yang dilindungi oleh orang tua. Meskipun kaum muda berada di pihak yang lebih tua, tidak ada manfaat nyata untuk membelu asuransi jiwa sebagai mahasiswa atau anak yang tanpa memiliki kewajiban finansial.

Reporter: Chrismonica

 

Loading
Artikel Selanjutnya
Ternyata Asuransi Jiwa Tak Melulu Soal Kematian
Artikel Selanjutnya
Bangun Kembali Sekolah, Bangun Kembali Masa Depan Anak-Anak