Sukses

IHSG Berpeluang Naik, Cermati Saham Pilihan Ini

Liputan6.com, Jakarta - Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat pada perdagangan saham Jumat pekan ini. Rilis data neraca perdagangan akan pengaruhi laju IHSG.

Analis PT Indosurya Sekuritas, William Suryawijaya menuturkan, pergerakan IHSG akan diwarnai oleh rilis data ekonomi neraca perdagangan yang disinyalir dalam kondisi cukup baik. Hal ini dapat menjadi faktor yang dapat menopang kenaikan lanjutan pada IHSG.

"Hari ini IHSG berpotensi menguat di kisaran 6.336-6.498," ujar William dalam catatannya, Jumat (15/3/2019).

Sementara itu, Analis PT Reliance Sekuritas Indonesia, Lanjar Nafi menuturkan, IHSG masih berpeluang menguat menjelang akhir pekan ini. IHSG akan bergerak di kisaran 6.378-6.430.

"Secara teknikal IHSG berhasil konfirmasi pola piercing line dengan menguat kembali menguji moving average 50 dan 20 sebagai resistance terdekat. Indikator stochastic golden cross dan mulai keluar dari area jenuh beli dengan pergerakan yang cukup optimis," ujar dia.

Untuk pilihan saham, Lanjar memilih saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Adaro Energy Tbk (ADRO), dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS).

Sedangkan William memilih saham PT Astra International Tbk (ASII), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

 

2 dari 2 halaman

Penutupan Perdagangan Saham Kemarin

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu ditutup di zona hijau pada penutupan perdagangan Kamis ini. Penguatan IHSG itu terjadi di tengah aksi jual investor asing.

Pada penutupan perdagangan saham Kamis 14 Maret 2019, IHSG menguat 35,69 poin atau 0,56 persen ke posisi 6.413,26. Indeks saham LQ45 naik 0,81 persen ke posisi 1.004,18. Seluruh indeks saham acuan menghijau.

Sebanyak 221 saham menguat sehingga mengangkat IHSG ke zona hijau. Sedangkan 179 saham melemah sehingga penguatan IHSG tertahan. Di luar itu, 139 saham diam di tempat.

Pada Kamis pekan ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.413,26 dan terendah 6.372,96.

Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 461.669 kali dengan volume perdagangan saham 14,5 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 8,7 triliun.

Investor asing jual saham Rp 233 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.267.

Sebagian besar sektor saham menghijau kecuali sektor saham barang konsumsi turun 0,52 persen dan sektor saham perdagangan merosot 0,11 persen.

Sektor saham industri dasar naik 2,03 persen, dan mencatatkan penguatan terbesar. Disusul sektor saham aneka industri mendaki 2,02 persen dan sektor saham keuangan menguat 0,91 persen.

Saham-saham yang menguat antara lain saham STAR naik 23,47 persen ke posisi Rp 121 per saham, saham APII melonjak 21,11 persen ke posisi Rp 218 per saham, dan saham WIIM meroket 13,77 persen ke posisi Rp 314 per saham.

Sedangkan saham-saham yang merosot antara lain saham INPP turun 20,11 persen ke posisi Rp 715 per saham, saham APEX merosot 10,33 persen ke posisi Rp 980 per saham, dan saham CANI tergelincir 14,04 persen ke posisi Rp 196 per saham.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

Merebut Suara Rakyat
Loading
Artikel Selanjutnya
Isu Perang Dagang Bawa Wall Street Bergerak Bervariasi
Artikel Selanjutnya
Sebagian Besar Sektor Menguat, IHSG Ditutup Naik ke 6.413,26