Top 3 Tekno: Claude AI Retas 3 Perusahaan Jadi Sorotan

Claude AI ketahuan meretas tiga perusahaan dengan serangan yang cukup mematikan.

Diterbitkan 03 Agustus 2026, 11:16 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Platform AI Claude ketahuan meretas tiga perusahaan dengan serangan yang cukup mematikan. Berita ini menjadi sorotan para pembaca di kanal Tekno Liputan6.com, Minggu (2/8/2026) kemarin.

Berita lain yang juga populer datang dari Apple yang menguasai hampir 50 persen pendapatan smartphone global.

Lebih lengkapnya, simak tiga berita terpopuler di kanal Tekno Liputan6.com berikut ini.

1. Claude AI Bobol 3 Perusahaan, Ini Penjelasan Anthropic

Satu hal yang menenangkan saat menguji model kecerdasan buatan (artificial intelligence/ AI) tingkat tinggi di lingkungan terisolasi adalah kemampuannya yang terbatas untuk merusak dunia luar.

Namun, kabar buruknya, manusia yang harusnya bertugas memastikan "pagar" isolasi tersebut benar-benar tertutup rapat, seringkali membuat kesalahan.

Hal inilah yang dialami Anthropic. Perusahaan penyedia AI tersebut baru saja mengungkapkan model AI miliknya, Claude, mengakses internet terbuka saat menjalani evaluasi keamanan siber dan meretas tiga perusahaan tanpa izin.

Diwartakan Android Authority, Minggu (2/8/2026), Anthropic membongkar insiden ini setelah OpenAI mengumumkan pada 21 Juli 2026 bahwa model AI mereka berhasil kabur dari lingkungan pengujian terisolasi dan meretas platform Hugging Face.

Laporan tersebut mendorong Anthropic untuk memeriksa ulang 141.006 sesi evaluasi. Hasilnya, ditemukan tiga insiden terpisah dalam enam sesi uji coba yang terjadi sejak April 2026.

Saat itu, Claude sebenarnya sedang menjalani simulasi peretasan capture-the-flag. Instruksi (prompt) yang diberikan secara eksplisit menyatakan bahwa model beroperasi di lingkungan simulasi tanpa akses internet.

Baca selengkapnya di sini

 

2. Apple Kuasai Hampir 50 Persen Pendapatan Smartphone Global Berkat Produk Ini

Di tengah kondisi pasar smartphone global yang dibayang-bayangi kelangkaan komponen, Apple justru mencatatkan rekor kinerja keuangan baru.

Laporan terbaru dari lembaga riset Counterpoint Research mengungkapkan raksasa teknologi asal Cupertino tersebut berhasil menguasai 49 persen dari total pendapatan smartphone dunia pada kuartal kedua (Q2) tahun ini.

Capaian itu menjadi pangsa pendapatan kuartal kedua tertinggi sepanjang sejarah Apple. Pendapatan dari lini iPhone melonjak 22 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-over-year/YoY), menjadikan Apple sebagai produsen dengan pertumbuhan tercepat di antara lima besar merek ponsel dunia.

Secara industri, sebagaimana dikutip dari 9to5Mac, Minggu (2/8/2026), total pendapatan smartphone global sebenarnya tumbuh 7 persen secara tahunan.

Namun, Apple berhasil mengoptimalkan celah pasar melalui peningkatan harga jual rata-rata iPhone yang kini mencapai USD 946 (Rp 17 jutaan), naik dari USD 879 (Rp 15,8 jutaan) pada tahun sebelumnya.

Dari sisi volume pengiriman, Apple juga membukukan rekor kuartal kedua terbaiknya dengan meraih 21 persen pangsa pasar, naik dari 17 persen pada periode sebelumnya.

Meski demikian, posisi Apple secara volume masih berada di peringkat kedua di bawah Samsung yang memimpin dengan pangsa pasar 23 persen.

Baca selengkapnya di sini

 

3. Gmail Punya Fitur Baru untuk Cegah Salah Kirim Email, Begini Cara Kerjanya

Siapa pun yang sering menggunakan surat elektronik (email), seperti Gmail, tentu pernah merasakan tegangnya momen ketika salah kirim email.

Salah satu skenario paling canggung di dunia kerja adalah saat seseorang membalas semua orang (Reply All) dalam pesan yang sebetulnya menempatkan dia sebagai penerima tersembunyi (Blind Carbon Copy atau BCC).

Guna menyelamatkan pengguna dari momen memalukan tersebut, Google resmi merilis fitur peringatan baru di layanan Gmail. Demikian sebagaimana dikutip dari Android Authority, Minggu (2/8/2026).

Melalui pengumuman di blog resminya, Google mengonfirmasi bahwa mulai saat ini, pengguna Gmail akan melihat banner peringatan berwarna kuning yang mencolok saat mencoba menekan tombol Reply All pada surel berstatus BCC.

Secara teknis, fungsi BCC dirancang agar penerima utama tidak tahu bahwa ada pihak lain yang juga menerima salinan surel tersebut.

Baca selengkapnya di sini