Sukses

Steve Jobs Dapat Penghargaan Medal of Freedom dari Presiden AS Joe Biden

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menganugerahi penghargaan Presidential Medal of Freedom kepada beberapa tokoh, di mana salah satunya diberikan bagi salah satu pendiri Apple, mendiang Steve Jobs.

Penghargaan anumerta Steve Jobs itu diumumkan oleh Gedung Putih AS pada Jumat waktu setempat. Presidential Medal of Freedom adalah penghargaan tertinggi AS yang bisa diberikan bagi warga sipil.

Penghargaan tersebut diberikan kepada "individu yang telah memberikan kontribusi teladan bagi kemakmuran, nilai, atau keamanan Amerika Serikat, perdamaian dunia, atau masyarakat penting lain, upaya publik atau swasta."

Mengutip laman resmi White House, Sabtu (2/7/2022), pemerintah AS mendeskripsikan Steve Jobs sebagai co-founder, chief executive, chair dari Apple, serta CEO Pixar dan punya peran pemimpin di Walt Disney Company.

"Visi, imajinasi, dan kreativitasnya menghasilkan penemuan yang telah dan terus mengubah cara dunia berkomunikasi, serta mengubah industri komputer, musik, film, dan nirkabel," tulis White House.

Selain Jobs, dua tokoh yang sudah meninggal dan menerima penghargaan anumerta (setelah meninggal) dari Joe Biden adalah mendiang John McCain dan mendiang Richard Trumka.

Sementara itu, beberapa tokoh lain yang juga menerima Presidential Medal of Freedom termasuk Simone Biles, Gabrielle Giffords, Fred Gray, Khizr Khan, Diane Nash, Alan Simpson, dan aktor Denzel Washington.

Jobs mendirikan Apple pada bulan April 1976 dan sejak itu, perusahaan teknologi tersebut menjadi salah satu perusahaan terbesar di dunia. Ia meninggal dunia pada 5 Oktober 2011.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Momen Steve Jobs Perkenalkan iPhone

Pada 9 Januari 2007 waktu setempat, Steve Jobs untuk pertama kalinya memperkenalkan produk paling terkenal Apple, iPhone, ke dunia.

"Sebuah iPod, telepon dan komunikator internet. Sebuah iPod, phone, Anda mengerti?," kata Steve Jobs kala itu, seperti mengutip CNET, Senin (10/1/2022).

Di Macworld Conference di Moscone West, San Fransisco, Amerika Serikat, Jobs menyebut bahwa iPhone adalah produk revolusioner dan ajaib "yang secara harfiah lima tahun lebih maju dari ponsel mana pun."

Mengutip Macrumors, iPhone generasi pertama saat itu memiliki layar LCD 3,5 inci, tombol Home yang polos, chassis tebal, bezel besar, menggunakan prosesor Samsung, dan kamera 2MP.

iPhone orisinal ini juga hadir dengan lapisan alumunium perak yang di-brush. Perangkat ini dihargai US$ 499 untuk penyimpanan 4 GB. Sementara untuk penyimpanan 8 GB, harganya lebih mahal US$ 100.

3 dari 4 halaman

Hanya Punya Satu Kamera

Berbeda dengan iPhone zaman sekarang yang memiliki empat lensa kamera termasuk di bagian depan, iPhone generasi pertama hanya punya satu kamera di bagian belakang.

Meskipun begitu, kala itu, ponsel pintar ini tidak seperti ponsel lain yang saat itu marak di pasaran. Smartphone zaman itu mengandalkan tampilan yang terbatas, kibor berbasis perangkat keras, dan stylus untuk interaksi layar.

Namun, iPhone datang dengan menonjol karena jumlah tombol fisik yang terbatas dan mengandalkan tampilan multi-touch, membuatnya terasa lebih intim dan interaktif.

"Hari ini, Apple akan menemukan kembali telepon," kata Jobs saat itu, yang kemudian terbukti dengan berbagai produk smartphone serupa di kemudian hari.

 

4 dari 4 halaman

Pemimpin Pasar

Dikutip dari 9to5mac, setelah diperkenalkan pada awal 2007, iPhone generasi pertama ini kemudian baru rilis pada 29 Juni 2007.

Hari ini, Apple bersama dengan produk iPhone mereka masih menjadi salah satu pemimpin pasar smartphone dunia, khususnya integrasi mendalam dari perangkat keras dan lunak, atau desain chip-nya.

Apple di bulan Januari 2021 menyebutkan, ada lebih dari 1 miliar iPhone aktif di seluruh dunia. Selain itu, mereka juga sempat menjadi perusahaan pertama di dunia yang memiliki valuasi hingga US$ 3 triliun.

(Dio/Isk)