Sukses

NASA Bikin Teleskop Pendeteksi Asteroid yang Melintas Dekat Bumi

Liputan6.com, Jakarta - NASA melanjutkan pengembangan teleskop infrared luar angkasa untuk mendeteksi objek yang melintas di dekat Bumi/ NEO.

Teleskop ini disebut NEO Surveyor atau Near Earth Object Surveyor. Salah satu bentuk NEO yang dideteksi adalah asteroid.

Teleskop inframerah luar angkasa ini dirancang untuk membantu memajukan upaya mempertahankan Bumi dari asteroid. Teleskop ini juga membantu ilmuwan mengklasifikasi sebagian besar asteroid yang berpotensi bahaya bagi Bumi.

Sekadar informasi, asteroid yang dianggap berpotensi bahaya bagi Bumi adalah yang berada dalam jarak 30 juta mil dari orbit Bumi dan dikenal sebagai objek dekat Bumi (NEO).

"Teleskop NEO Surveyor akan memiliki kemampuan mempercepat tingkat deteksi NASA terhadap asteroid dan komet yang bisa menimbulkan bahaya bagi Bumi," kata Ilmuwan Program NEO Surveyor NASA Mike Kelley, dikutip dari Scitech Daily, Rabu (16/6/2021).

Kelley menyebutkan, teleskop ini dirancang untuk menemukan 90 persen asteroid berukuran 140 meter atau lebih besar, dalam satu dekade setelah diluncurkan.

2 dari 3 halaman

Tugas NASA Deteksi Asteroid

Setelah menyelesaikan tujuannya menemukan 90 persen objek dekat Bumi berukuran lebih dari 1.000 meter pada 2010, UU Administrasi Penerbangan dan Antariksa Nasional AS mengarahkan NASA untuk menemukan 90 persen NEO yang lebih besar berukuran lebih dari 140 meter.

Sejauh ini NASA menemukan sekitar 40 persen asteroid dekat Bumi.

"Setiap malam, para astronom di seluruh runia menggunakan teleskop optik di darat untuk menemukan objek dekat Bumi baru, mengkarakterisasi bentuk dan ukurannya, dan memastikan mereka tidak menimbulkan ancaman bagi Bumi," kata Manajer NEO Observations Program, Kelly Fast.

Meski begitu ada kendala dalam prosesnya, yakni teleskop optik hanya bisa mencari NEO di langit pada malam hari.

 

3 dari 3 halaman

Bisa Deteksi Asteroid Siang dan Malam

Sementara, teleskop NEO Surveyor akan memungkinkan pengamatan untuk siang dan malam dan secara khusus menargetkan wilayah di mana NEO bisa menimbulkan bahaya.

NASA menyebut, penting untuk sejak dini mendata dan melacak objek yang bisa menimbulkan potensi bahaya. Hal ini bertujuan untuk memitigasi dampak yang mungkin terjadi.

Salah satu mitigasi atau pencegahan yang dilakukan adalah rencana NASA menguji teknologi senjata penabrak asteroid atau dikenal sebagai Double Asteroid Redirection Test/ DART pada akhir tahun ini.

Upaya pengembangan teleskop NEO Surveyor ini membuat kehadirannya kian pasti. Pasalnya, teleskop ini dijadwalkan akan meluncur pada paruh pertama 2026. Misi ini tengah dirancang oleh Laboratorium JET Propulsion NASA di Southern California.

(Tin/Isk)