Sukses

Kemkominfo Imbau Pemda Bangun Fasilitas Ramah Disabilitas

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) mengimbau Pemerintah Daerah (Pemda), untuk membangun fasilitas khusus bagi para penyandang disabilitas berkebutuhan khusus. 

Disampaikan Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kemkominfo, Rosarita Niken Widiastuti, hasil pembangunan kota ramah disabilitas yang nyata seharusnya tampak dari pemerataan pembangunan di mana semua elemen masyarakat—tak terkecuali kalangan disabilitas—bisa merasakan dampak pembangunan tersebut.

“Pemda dibantu pemerintah pusat itu dapat membangun fasilitas publik yang bisa mengakomodasi kebutuhan warga penyandang disabilitas, hal ini masih sering diabaikan,” ujar Niken dalam keterangan resminya.

Niken juga merujuk data dari Bappenas, di mana ada 15 persen jumlah penduduk Indonesia yang merupakan penyandang disabilitas.

Karenanya, ia ingin mendorong kota-kota di seluruh Indonesia untuk memperbaiki fasilitas yang diperuntukkan bagi para penyandang disabilitas.

Niken juga meminta Pemda untuk membangun fasilitas ramah disabilitas berupa akses jalan yang mudah dilalui, seperti trotoar dengan lantai pemandu, Jembata Penyeberangan Orang (JPO) dengan rambu-rambu khusus untuk disabilitas, dan beberapa lainnya. 

“Contohnya seperti rambu zebra cross harus dibuat dengan jarak yang tidak terlalu pendek, dengan demikian para pengendara punya jarak yang cukup untuk berhenti dan memberikan kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk menyeberang jalan,” ujarnya.

 

2 dari 2 halaman

Fasilitas Lain

Selain itu, Niken juga mengangkat aspek lain seperti transportasi umum, mulai dari akses ke stasiun, halte, atau juga terminal bus dengan jalur datar dan kesan aman di mana tingkat kemiringannya maksimal lima persen agar bisa dilalui penyandang disabilitas.

Adapun fasilitas lain yang bisa ditingkatkan seperti pembangunan ramp dan lift, di mana harus ada “railing” untuk meredam kemungkinan berisko seperti kursi roda yang jatuh karena tidak bisa dikendalikan.

Selain itu, tombol lift juga harus memiliki ketinggian yang rendah sehingga bisa dijangkau penyandang fasilitas dengan kursi roda. 

Semua imbauan ini tentu didasari oleh alasan faktor keamanan yang menjadi perhatian khusus. Menurut Niken, penyandang disabiltas juga harus memiliki pengetahuan tentang apa yang harus dilakukan pada kondisi darurat.

 “Penyediaan media informasi audio visual juga harus perlu disediakan, akses yang melibatkan tombol juga harus ditambahkan tulisan Braille. Semuanya perlu diadakan agar para penyandang disabilitas mendapatkan informasi lengkap,” tutupnya.

(Jek/Ysl)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: