Sukses

Kelas Makeup untuk Penyandang Disabilitas dengan Bahasa Isyarat

Liputan6.com, Jakarta Semua wanita memiliki kecantikan masing-masing. Begitu juga dengan makeup, semua wanita memiliki kesempatan untuk merias wajah. Riasan diperlukan untuk mempertegas kecantikan natural yang telah dimiliki.

Tanpa memandang profesi dan status sosial, semua kalangan masyarakat bisa mengeksplorasi teknik menggunakan makeup. Hal ini terlihat dalam program terbaru L’Oréal, yaitu Kelas Makeup Inklusif bersama 50 peserta. Kelas makeup ini diperuntukkan bagi wanita penyandang disabilitas. Lewat program ini L’Oréal ingin merayakan keberagaman di tanah air, jika semua wanita memiliki hak yang sama.

“Sesuai misi #beautyforall, L’Oréal berkomitmen menciptakan lingkungan kerja dan peluang yang setara termasuk bagi teman-teman disabilitas agar mereka dapat menjadi diri sendiri dan mampu mencapai potensi secara maksimal,” kata Melanie Masriel Communications Public Affairs and Sustainability Director L’Oréal Indonesiapada konferensi pers di Lotte Shoppe Avenue, Selasa (24/7/2018).

Untuk mempermudah kelas makeup ini, L’Oréal menggandeng Thisable Enterprise meluncurkan video tutorial makeup pertama yang menggunakan bahasa isyarat. Founder Thisable Enterprise, Angkie Yudistia bersama official makeup artis Maybelline Indonesia, Ryan Ogilvy membagikan tips dan trik makeup dengan bahasa isyarat yang bisa dimengerti oleh para wanita cantik penyandang disabilitas.

"Saya senang bisa ikut berpartisipasi dalam proyek ini. Sesuai dengan slogan Maybelline, Make it Happen, kami percaya bahwa semua orang adalah makers. Artinya semua orang bisa membuat mimpinya menjadi nyata,” kata Ryan Ogilvy Official Makeup Artist Maybelline.

 

2 dari 3 halaman

Tutorial makeup untuk penyandang disabilitas

Angkie mewakili para peserta makeup class dan penyandang disabilitas lainnya di seluruh Indonesia mengungkapkan melalui video tutorial, jika semua wanita bisa belajar menggunakan makeup. Baik itu untuk tampilan memukau, atau digunakan sebagai skill berkompetisi dan mandiri di dunia kecantikan sebagai makeup artist.

“Yang menarik dalam proyek pembuatan video tutorial makeup ini, saya diminta untuk menjadi talent sekaligus menerjemahkannya dengan bahasa isyarat. Selain bangga, saya juga belajar dan menyadari dunia kecantikan sangat luas dan terus berkembang," kata Angkie.

Tidak hanya itu, L’Oréal bekerja sama dengan Pusat Bahasa Isyarat Indonesia (Pusbisindo) dalam acara ini juga meluncurkan secara resmi 10 kosa kata isyarat terbaru untuk bidang kecantikan. Sepuluh kosa isyarat kecantikan ini diantaranya yaitu lipstick, powder atau bedak, mascara, eyeliner, foundation, blush on, eyeshadow, strobing, highlighter dan contouring.

"Kini semakin banyaknya produk, tren, dan teknik baru dalam makeup salah satunya contouring yang memang belum ada isyaratnya. Oleh karena itu saya juga senang dapat membantu ikut mensosialiasaikan kosa isyarat ini kepada teman-teman disabilitas. Saya mengapresiasi L’Oréal yang memperhatikan teman-teman disabilitas,” tambah Angkie.

 

3 dari 3 halaman

Tutorial makeup untuk penyandang disabilitas

Brand ambassador L’Oréal Velove Vexia ikut memperkenalkan 10 kosa kata isyarat ini. Ia terlihat antusias terlibat dalam program Loreal Global Diversity. Menurutnya siapa pun memiliki kesempatan yang sama untuk tampil cantik dan belajar menggunakan makeup.

“Hari ini saya menyaksikan langsung antusiasme teman-teman disabilitas yang ingin lebih mengenal dunia makeup. Saya juga bangga bisa membantu mempopulerkan beberapa kosa isyarat kecantikan karena dunia kecantikan sangatlah dinamis. Semoga bersama-sama kita bisa membuat dunia kecantikan menjadi lebih inklusif bagi semua individu termasuk bagi teman-teman disabilitas,” tutup Velove Vexia.

Loading
Artikel Selanjutnya
Review: Pembersih Wajah Hanada Precious Micellar Gel
Artikel Selanjutnya
Ajang Penghargaan Jadi Upaya Memajukan Profesi Makeup Artist