Sukses

Jaringan TIK Media Center PON 2016 Siap Tempur

Liputan6.com, Bandung - Beberapa hari sebelum pembukaan PON XIX 2016 Jawa Barat, elemen teknologi informasi komunikasi (TIK) penyelenggaraan sudah siap digunakan.

Anjar Nugraha, Konsultan Media Center Utama PON XIX Jawa Barat 2016 mengatakan, pihaknya menyiapkan alokasi bandwith hingga 1GB pada dua media center di dua Ballroom Trans Luxury Hotel, Bandung.

"Akses itu untuk menunjang sekitar 100 komputer dengan kapasitas bandwith yang disalurkan melalui jaringan kabel. Kapasitas ini di luar akses WiFi yang disediakan 100Mbps," kata Anjar, kepada Tekno Liputan6.com di Bandung, Senin (12/09/2016).

Selain kabel dan nirkabel, pihaknya juga menyiapkan port pendukung bagi laptop awak media. Seluruhnya disiapkan di ruangan utama dengan dua lajur meja kerja, yang masing-masing berjumlah sekira 40 komputer.

Komputer desktop yang disediakan dilengkapi monitor 32 inci dengan spesifikasi di atas rata-rata. Seluruhnya terkoneksi melalui local area network ke tiga unit printer di bagian kanan ruangan.

"Selain internet, kami siapkan pula intranet yang juga dibutuhkan, guna koneksi dengan jaringan sistem informasi manajemen pertandingan di bawah koordinasi Diskominfo Jabar yang memungkinkan seluruh hasil pertandingan bisa mudah disebarluaskan di media center," tutur Anjar melanjutkan.

Fasilitas media center berupa tempat kerja yang disiapkan dalam PON XIX 2016 Jawa Barat. (Liputan6.com/Muhammad Sufyan Abdurrahman)
Khusus bagi kru televisi, ujar Anjar, disiapkan sekitar 10 komputer dengan spesifikasi lebih tinggi dari komputer di ruangan utama. Sisi hardware dan akses bandwith komputer tersebut sengaja ditingkatkan agar jurnalis televisi bisa lancar melakukan video streaming ke kantornya masing-masing.

Tepat di tengah media center, akan dipasang big screen dari stasiun televisi mitra resmi PON XIX 2016, sehingga sejumlah pertandingan akan ditayangkan tepat di depan jurnalis yang tengah bekerja.

"Fitur pendukung lainnya adalah ruangan fisioterapis bagi wartawan yang mungkin ada masalah kesehatan. Ada pula satu ruangan manajemen bidang reportase, satu ruangan manajemen bidang data, dan satu dapur," ujar kata Anjar.

Di luar media center, tepatnya di balkon hotel luar sebelah kiri media center utama, panitia juga menyiapkan ruangan untuk rehat. Jadi, jurnalis bisa ngopi, makan, mengisi daya baterai perangkatnya, hingga bercukur di gerai sponsor.

Anjar menambahkan, menu ruangan utama maupun ruangan pendukung diproyeksikan sedemikian rupa supaya jurnalis bisa bekerja dengan nyaman dan mendapat pengalaman baru dari suatu media center.

"Kami berharap seluruh ikhtiar ini membuat media center PON XIX 2016 Jawa Barat bukan saja terbaik sepanjang sejarah penyelenggaraan PON di Indonesia, tetapi juga jadi referensi bagi pelaksanaan Asian Games 2018 nanti," pungkas Anjar.

(Msu/Why)

Loading
Artikel Selanjutnya
Ini Spesifikasi Samsung Galaxy Note 20 Plus 5G?
Artikel Selanjutnya
XL Perpanjang Akses 2GB per Hari Gratis untuk Aplikasi Belajar di Rumah