Cinta Laura Dorong Generasi Muda Siapkan Masa Depan Sejak Dini

Cinta Laura menyoroti pentingnya pendidikan, pengembangan diri, dan literasi finansial sejak usia produktif sebagai bagian dari persiapan menghadapi masa depan.

Diterbitkan 18 September 2026, 10:07 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Dalam konteks persiapan masa depan, generasi produktif juga menghadapi perubahan struktur keluarga. Total Fertility Rate (TFR) disebut turun dari 3,11 anak per perempuan pada awal 1990-an menjadi 2,13 pada 2024 dan diproyeksikan mencapai 1,97 pada 2045.

Kondisi tersebut membuat persiapan masa depan tidak hanya menjadi persoalan ketika seseorang memasuki usia pensiun. Pendidikan, keterampilan, kesehatan, pekerjaan, serta kebiasaan mengelola keuangan sejak usia produktif menjadi bagian dari kesiapan menghadapi perubahan kebutuhan di kemudian hari.

Melalui Cinta Laura Foundation, Cinta sendiri mendorong mahasiswa untuk menyelesaikan pendidikan sekaligus mengembangkan kemampuan seperti leadership, communication, financial literacy, problem solving, dan career readiness. Upaya tersebut menjadi bagian dari dukungan agar generasi muda dapat membangun masa depan sesuai dengan tujuan mereka.

Persiapan Masa Tua Dimulai dari Langkah yang Realistis

Sebagai kelanjutan kampanye 'Pensiun Gak Susah', Bank DBS Indonesia bersama DBS Foundation menghadirkan Retirement Goal Calculator untuk membantu masyarakat mendapatkan gambaran kebutuhan finansial masa depan yang lebih konkret. Mona menjelaskan kalkulator ini memungkinkan pengguna memproyeksikan kebutuhan berdasarkan target usia pensiun, pengeluaran dan gaya hidup yang diinginkan, serta asumsi inflasi dan imbal hasil investasi, sehingga perencanaan dapat disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan masing-masing.

Selain itu, kesiapan menghadapi masa tua tidak berhenti pada seberapa besar dana yang berhasil dikumpulkan. Kesehatan, pendidikan dan keterampilan, pekerjaan, serta kemampuan untuk terus beradaptasi juga turut menentukan kualitas hidup dan kemandirian di masa depan. Bagi generasi produktif, investasi pada kesehatan dan lifelong learning, disertai kebiasaan mengelola keuangan sejak dini, dapat menjadi bagian dari upaya memperluas pilihan dan mengurangi ketergantungan di kemudian hari.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Guntur MerdekawanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan