Empat Musim Pertiwi Masuk Festival Film Internasional, Idenya Ditulis Sejak 2017

Empat Musim Pertiwi menjadi film yang paling berat untuk Kamila Andini. Tayang 8 Oktober 2026.

Diterbitkan 09 September 2026, 14:06 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Sebuah Kehormatan untuk Kamila Andini

Masuk ke festival film internasional adalah suatu kebahagiaan dan kehormatan bagi Kamila Andini sebagai sutradara. Dalam kesempatan konferensi pers yang sama, dirinya mengungkapkan perasaannya lantaran film itu ditampilkan dalam Toronto International Film Festival.

“Toronto itu salah satu festival dengan platform terbesar di dunia. Tahun ini akan ada 293 film yang diputar di festival tersebut dari seluruh dunia dan filmnya besar-besar juga. Banyak sekali film besar-besar yang akan diputar di sana. Menjadi salah satu film yang diputar di festival ini tentu saja sebuah kehormatan selalu buat saya,” ujar Andini.

Sinopsis Empat Musim Pertiwi

Sebelumnya telah diberitakan di kanal showbiz Liputan 6, Empat Musim Pertiwi mengikuti kisah Pertiwi (Putri Marino), seorang perempuan yang baru saja keluar dari penjara setelah menjalani hukuman selama lebih dari satu dekade. Ia kembali ke desa tempat dirinya dibesarkan, tetapi kepulangannya ternyata tidak disambut dengan hangat, baik oleh masyarakat sekitar maupun keluarganya sendiri.

Pertiwi sebelumnya dipenjara karena membunuh seorang pria yang mencoba melakukan kekerasan seksual terhadapnya. Setelah bebas, ia harus berhadapan dengan trauma dan kenangan masa lalu yang masih membekas. Kepulangannya ke desa pun bukan sekadar perjalanan kembali ke rumah, tetapi menjadi proses untuk menghadapi berbagai luka yang selama ini ia bawa.

Di tengah situasi tersebut, Pertiwi berusaha mencari kembali arti rumah, keluarga, dan kedamaian bagi dirinya. Perjalanan tersebut membuatnya berhadapan dengan orang-orang di sekitarnya serta berbagai sisi masa lalu yang selama ini membentuk kehidupannya.

Cerita film ini bergerak melalui perjalanan Pertiwi dalam menghadapi trauma sekaligus mencoba menemukan kekuatan untuk menentukan kembali hidupnya. Siklus musim menjadi bagian dari perjalanan tersebut dan berkaitan dengan perubahan yang dialami Pertiwi dalam proses memahami dirinya sendiri.

Dengan tema mengenai trauma, keluarga, identitas, dan proses pemulihan, Empat Musim Pertiwi membawa kisah perempuan yang berusaha mengambil kembali kendali atas hidupnya setelah melewati pengalaman yang begitu berat.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Afradhiya N. R, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan