Sukses

Vico 'Bean' Rahman: Saya Senang Jadi Mr. Bean, tapi...

Anda pasti ingat dengan Mr. Bean, tokoh yang digambarkan lucu, egois, banyak akal, dan tak jarang ia sering menghadapi situasi konyol karena ulah dan perbuatannya sendiri. Jika melihat Mr. Bean, pastilah teringat dengan Rowan Atkinson, lelaki yang memerankan tokoh Mr. Bean.

Jika di Inggris ada Rowan Atkinson yang memerankan tokoh Mr. Bean, maka di Indonesia ada pula Vico Rahman, 31 tahun, lelaki yang kerap muncul di stasiun televisi memerankan tokoh Mr. Bean.

Vico, lelaki kelahiran Jepara, 9 September 1982 ini sangat piawai memerankan karakter Mr. Bean. Awalnya Vico sempat tak menduga bahwa dirinya dapat memerankan dan menampilkan karakter Mr. Bean, karena biasanya ia hanya mendapatkan peran sebagai penjahat atau figuran.

"Prosesnya saya dulu lima tahun bermain sinetron. Peran yang saya dapat hanya sebatas penjahat dan kacung. Banyak yang mengatakan saya memiliki muka yang lucu, namun kemampuan akting saya masih kurang," ucap Vico saat diwawancarai di kantor Liputan6.com, SCTV Tower, Senayan, Senin (11/11/2013).

Vico yang sempat jenuh di dunia akting lantaran dirinya masih memerankan peran yang itu-itu saja dan makin lama semakin sepi job, ia kemudian terus memikirkan bagaimana caranya untuk tetap dapat eksis di dunia hiburan.

"Saat itu saya sedang di rumah dan ada cermin di dekat saya. Kemudian tak lama saya bercermin dan menirukan ekspresi wajah Mr. Bean. Dari situlah saya kemudian memutuskan untuk mempelajari lebih dalam karakter Mr. Bean dan berusaha semaksimal mungkin untuk mirip dengan Mr. Bean," ucap Vico.

Vico sendiri senang berperan sebagai Mr. Bean. Lewat perannya sebagai Mr. Bean, ia berkesempatan untuk mengunjungi Brunei Darussalam, Singapura, Malaysia, dan Beijing.

"Saya sangat senang menjadi Bean, karena saya dapat ke Brunei, Singapura, Malaysia dan Beijing. Ketika di Beijing, banyak orang yang mengajak saya tuk foto bersama," ucap Vico.

Selama memerankan tokoh Bean, Vico juga memiliki cerita menarik. Ternyata memerankan tokoh Bean, tidak semudah yang Anda bayangkan karena kekuatan karakter Bean terletak pada ekspresi wajah dan itu membuat Vico harus berusaha semaksimal mungkin membuat ekspresi wajahnya mirip dengan ekspresi wajah Mr. Bean.

"Saya senang memerankan karakter Bean, tapi itu tidak semudah yang Anda bayangkan. Saya menghabiskan waktu tiga bulan tuk melatih gesture. Rasanya pegel banget, capek banget karena saya harus menarik saraf muka saya supaya mendapatkan ekspresi Mr. Bean. Saya pernah mengalami kesakitan selepas show. Saraf saya ketarik, dan tidak mau balik. Jika hal ini terjadi pada saya, saya hanya pasrah dan berdoa, pasti nanti juga sembuh dengan sendirinya," ucap Vico. (Ars)