Sara Wijayanto Spill Perbedaan Karakternya di Film The Doll Ghawiah

Sara Wijayanto juga mengaku kaget saat tahu The Doll Ghawiah akan digarap.

Diterbitkan 19 Oktober 2026, 23:26 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sara Wijayanti ikut hadir dalam konferensi pers dan premier film The Doll Ghawiah yang di helat di kawasan Jakarta pada Jumat, (16/10/2026).

Di momen itu, Sara Wijayanto sempat mengingat awal mula dirinya bisa terlibat dalam film-film The Doll. Sara mengaku pada awalnya ia terjun ke film tersebut lantaran ajakan dari sang produser Hitmaker Studios yakni, Rocky Soraya.

“Aku Sara Wijayanto di sini berperan sebagai Bu Laras. Jadi, kalau misalnya udah nonton The Doll series, awal pertama itu aku diajakin main sama Pak Rocky dari tahun 2016,” ungkap Sara Wijayanto.

Tak hanya itu, dirinya mengaku kaget The Doll Ghawiah akan digarap. Karena yang ia tahu, cerita-cerita The Doll dari The Doll 1 hingga The Doll 3 sudah berakhir dan tak akan berlanjut lagi.

Ia mengatakan, “2016, 2017, 2018 jadi The Doll 1, 2, Sabrina dan The Doll 3. Dan aku pikir tuh udah berakhir, nggak ada lagi. Terus dikasih tahu, dihubungi kembali bikin The Doll Ghawiah."

Perbedaan Laras di The Doll Sebelumnya dan The Doll Ghawiah

Karakter Laras yang Sara perankan ini ternyata tak hanya muncul di The Doll Ghawiah, namun telah muncul di The Doll lainnya. Namun begitu terdapat perbedaan yang dijelaskan oleh Sara Wijayanto.

“Karena peran Laras, ini kan dia kalau di The Doll yang sebelumnya udah jadi paranormal, praktisi yang sering membantu orang ya. di sini si Laras itu belum bisa menerima apa yang dia punya gitu. Jadi kayak ada bagian dari Sara juga di sini yang aku masukin gimana caranya aku bisa menerima apa yang aku punya itu. Seru deh,” jelasnya.

Adegan Paranormal Mirip dengan Cara Berkomunikasi Asli

Sara Wijayanto juga membeberkan bahwa ada beberapa adegan dalam film yang dibuat sangat mirip dengan kejadian asli di dunia spiritual, meski tetap dipoles demi kebutuhan layar lebar.

“Bagaimana pas pada saat adegan di meja untuk membuka komunikasinya itu. Jadi aku memang konsul ke Pak Guntur se-real mungkin pada saat aku mencoba untuk membuka komunikasi dengan mereka gitu. Tentunya dengan di-exaggerate dengan gerakan untuk di sebuah film gitu. Cuman kurang lebih kalau misalnya mau komunikasi sama sosok begitu,” pungkas sang aktris.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

The Doll Ghawiah mengambil latar cerita pada zaman dahulu tepatnya di tahun 1988. Kisah mencekam ini berangkat dari keluarga Arya dan Evi yang membuat keputusan untuk berpindah kota dari Ibu Kota Jakarta ke Babakan Siliwangi, Bandung, Jawa Barat bersama kedua anak mereka yakni Gita dan Nala. Di Bandung, keluarga Arya dan Evi membuka sebuah restoran yang dijadikan sebagai mata pencaharian. Di balik itu keputusan pindahan yang mereka ambil didasari oleh nasib perekonomian mereka yang tidak baik di Ibu Kota, sehingga mereka pindah dengan mengantongi harapan agar keadaan berangsur baik. Namun, hanya dalam beberapa waktu sampai di kota yang baru, kejadian aneh mulai bermunculan. Anak bungsu mereka, yakni Gita menemui anak kecil yang tidak diketahui asal usulnya di hutan Babakan Siliwangi. Setelah menemui anak misterius itu, Gita tak pulang dengan tangan kosong. Ia membawa boneka bernama Ghawiah yang diberikan si anak misterius di hutan itu. Semenjak Ghawiah dibawa pulang, teror menakutkan mulai terjadi di lingkungan rumah keluarga Arya dan Evi. Hal yang tak dapat dicerna secara logika semakin sering terjadi, contohnya adalah boneka Ghawiah yang terus berpindah tempat walaupun tak ada yang memindahkannya. Beredar pula cerita menyeramkan yang sudah banyak diketahui warga setempat tentang anak bernama Uci yang meninggal setelah mengalami tabrak lari di Jalan Siliwangi. Laras yang merupakan pelayan restoran milih Arya dan Evi sekaligus warga setempat juga memberi pengakuan tentang para warga yang pernah diteror oleh Uci dan boneka yang ia sayangi.

Halaman
Show All
Afradhiya N. R, Ratnaning AsihTim Redaksi
Copy Link
Batalkan