Denny Siregar Patahkan Stigma Lewat Film Tanah Runtuh, Dapuk Anak Down Syndrome Jadi Pemeran Utama

Dalam film Tanah Runtuh, Denny Siregar mengggandeng seorang sineas kenamaan.

Diterbitkan 09 Februari 2026, 10:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Denny Siregar produksi "Tanah Runtuh" dengan anak Down syndrome sebagai tokoh utama.
  • Film ini mematahkan stigma, menampilkan karakter Down syndrome sebagai sosok kuat.
  • Mengangkat tema persaudaraan, ketahanan batin, disutradarai Rudy Soedjarwo.

Liputan6.com, Jakarta - Produser Denny Siregar kembali menyita perhatian lewat proyek layar lebar terbarunya yang bertajuk Tanah Runtuh. Lewat rumah produksinya, Denny Siregar Production, ia mengambil langkah yang terbilang berani, dengan menjadikan anak berkebutuhan khusus sebagai sentral cerita.

Sosok anak dengan down syndrome didapuk mendapat porsi penting sebagai tokoh utama yang terlibat langsung dalam dinamika cerita film ini. Keputusan sang produser ini menjadi sebuah terobosan segar di industri perfilman Indonesia yang selama ini masih jarang menempatkan mereka dalam sorotan utama.

Melalui Tanah Runtuh, Denny ingin mematahkan stigma bahwa anak dengan Down syndrome hanya bisa digambarkan sebagai beban atau sekadar objek belas kasihan semata. Ia justru menampilkan karakter tersebut sebagai sosok yang kuat, relevan, dan memiliki peran penting dalam membangun emosi penonton.

Film Tanah Runtuh sendiri mengangkat narasi yang kuat tentang hubungan persaudaraan dan keluarga yang sejalan dengan tagar kampanye #thebrotherhood. Cerita dibalut dengan latar situasi kehilangan dan kondisi hidup yang tidak mudah, namun tetap menonjolkan sisi ketahanan batin manusia.

 

Gandeng Rudy Soedjarwo

Di film ini, Denny kembali menggandeng sutradara Rudi Soedjarwo untuk menghadirkan drama dengan nuansa yang jauh lebih sunyi, intim, namun sangat emosional. Kolaborasi ini diharapkan dapat mengulang kesuksesan film Sayap-Sayap Patah yang meledak pada tahun 2022 lalu.

Fokus utama narasi sebenarnya terletak pada perjalanan dua orang anak kecil yang harus bertahan hidup di tengah himpitan keterbatasan lingkungan. Penonton akan diajak menyelami dunia yang tampak rapuh, namun menyimpan secercah harapan luar biasa melalui sudut pandang polos anak-anak tersebut.

Tangan yang Bergandengan

Dalam materi promosi awal, terlihat potongan visual yang ditutup dengan gambar dua tangan saling berpegangan di atas kasur sebagai simbol ikatan emosional. Pihak rumah produksi memberikan sedikit teka-teki mengenai jalan cerita melalui keterangan yang diunggah di media sosial resmi mereka.

“Apa yang sebenarnya terjadi di sana? Tak ada yang benar-benar terlihat jelas. Tapi sesuatu sedang terjadi,” tulis akun @dennysiregarproduction mengiringi unggahan tersebut.

Tampilkan Emosi Hangat

Unggahan itu langsung memancing rasa penasaran publik yang menantikan penyatuan kembali kreativitas Denny dan Rudi dalam satu semesta film. Respons positif pun berdatangan dari warganet, salah satunya dari pengikut yang antusias karena daerahnya dijadikan lokasi syuting.

“Ga sabar hihi syutingnya di kampungku,” tulis salah satu netizen di kolom komentar.

Secara keseluruhan, film Tanah Runtuh menghindari pendekatan heroisme dan menonjolkan emosi hangat yang dekat dengan pengalaman sehari-hari. Film ini diproyeksikan menjadi pengingat bahwa harapan harus tetap dipertahankan, meski "rumah" sedang tidak dalam keadaan baik-baik saja.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Saksikan Sinetron Wajah Cinta yang Lain Episode 31, Kamis 4 Agustus 2026 Pukul 20.06 WIB di SCTV

M Altaf Jauhar, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan