Vino G Bastian Main Film Tanah Runtuh, Belajar Tetap Punya Hati dan Peduli Pada Orang Lain

Dalam film Tanah Runtuh karya sineas Rudi Soedjarwo, aktor Down Syndrome Ridho Khaliq beradu akting dengan peraih Piala Citra, Vino G Bastian.

Diterbitkan 19 Juni 2026, 18:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Film "Tanah Runtuh" menyoroti Ringgo, anak Down Syndrome, sebagai pusat emosional.
  • Ringgo, diperankan Ridho Khaliq, bukan objek belas kasihan, melainkan karakter jujur.
  • Film ini menekankan kemanusiaan, cinta tanpa syarat, dan saling menjaga di tengah konflik.

Liputan6.com, Jakarta - Film Tanah Runtuh hadir dengan sudut pandang tak terduga: seorang anak dengan Down Syndrome bernama Ringgo, malah bisa melihat dunia dengan cara lebih tenang dan jujur dari siapapun di sekitarnya. Diperankan Ridho Khaliq, Ringgo bukan tokoh yang hadir untuk dikasihani atau dijadikan simbol perjuangan. Ia manusia utuh dengan rasa takut, sayang, dan cara pandang yang menjadi jantung emosional bagi keseluruhan film. Dalam Tanah Runtuh, Ridho Khaliq beradu akting dengan aktor peraih Piala Citra, Vino G Bastian.

Film ini mengisahkan perjalanan adik beradik, Kai (9) dan Ringgo (11), yang terpisah dari ibu mereka di tengah kerusuhan Desa Tanah Runtuh, Poso, Sulawesi Tengah. Yang jadi pusat perhatian Tanah Runtuh bukan konflik horizontal melainkan manusia-manusia yang harus tetap hidup, mencintai, dan saling jaga di tengah situasi tak menentu. Vino G Bastian sebagai Idham, yang tak terduga menjadi pelindung Kai dan Ringgo.

Lewat keterangan resmi yang diterima Showbiz Liputan6.com, pada Jumat (19/6/2026), ia menyorot karakter Ringgo. Menurutnya, Ridho Khaliq sebagai Ringgo tak diposisikan sebagai objek belas kasihan atau inspirasi bagi orang lain.

Ia rekan main yang setara, membawa energi yang genuine serta natural ke dalam tiap adegan. “Ada kejujuran, cinta, dan ketulusan dalam cara Ringgo melihat dunia, sesuatu yang mungkin mulai jarang kita temukan dalam kehidupan orang dewasa hari ini,” kata Vino G Bastian.

 

Tetap Punya Hati

“Kadang yang terpenting bukan menjadi yang terkuat, melainkan tetap punya hati untuk peduli pada orang lain,” ujarnya. Rudi Soedjarwo membenarkan. Dalam Tanah Runtuh, Ringgo menjadi kompas moralnya.

Sutradara film Ada Apa Dengan Cinta? mengaku ada banyak hal yang dipelajari dari Ringgo termasuk cara melihat dunia. Ia tidak melihat banyak sekat dan kerumitan. Ringgo hanya tahu cara menyayangi orang-orang yang dicintainya.

 

Terlalu Sibuk dan Rumit

“Kadang orang dewasa justru terlalu sibuk dan rumit. Lewat Ringgo dalam Tanah Runtuh, saya diingatkan lagi bahwa hal-hal yang paling penting dalam hidup sebenarnya sangat sederhana,” Rudi Soedjarwo menyambung.

Dalam kesempatan itu, produser Denny Siregar menegaskan Down Syndrome tidak pernah diposisikan sebagai “pesan” dalam film ini, melainkan perspektif yang membawa penonton kembali kepada kemanusiaan yang paling dasar.

Di Tengah Dunia yang Makin Rumit

Lewat Ringgo, penonton nantinya diingatkan kembali pada sesuatu yang sederhana, bahwa manusia bisa saling mencintai tanpa syarat dan saling menjaga tanpa harus melihat perbedaan.

“Di tengah dunia yang makin rumit, kadang kita justru belajar dari mereka yang memandang hidup dengan lebih jujur dan tulus,” ujarnya. Tanah Runtuh tayang di bioskop mulai 25 Juni 2026.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Ruben Onsu Kecewa Kesepakatan di Notaris Tak Dijalankan, Pilih Penyelesaian Melalui Proses Sidang

Wayan Diananto, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan