- Sal Priadi aktif promosi via media sosial dan luring sejak awal karier.
- Musisi harus jadi "storyteller" dan bangun persona, bukan hanya buat lagu.
- Hadapi popularitas dengan tujuan lebih besar dari diri sendiri.
Liputan6.com, Jakarta - Sebagai puncak hari kedua Jakarta Music Con 2025, Minggu (12/10/2025), program musik milik Vindes "Vixtape" hadir untuk menyapa pengunjung dengan membahas topik "How Musicians Survive in the Era of Noise & Virality". Dibawakan langsung Soleh Solihun, Vincent Rompies, dan Haris Franky, sesi Vixtape ini juga menghadirkan Sal Priadi sebagai narasumber spesial.
Sal Priadi mengungkapkan pada sesi talkshow Vixtape, sejak awal kariernya, ia sudah sadar akan pentingnya media sosial untuk promosi. "Gue memperhatikan apa yang mereka (teman-teman bandnya) lakukan. Salah satunya mereka itu sudah mulai duluan untuk membuat campaign. Walaupun kami belum ngerti ya, campaign itu sosial media itu bahasanya beda-beda," ujarnya.
Memahami sulitnya hal tersebut, Sal pada single pertamanya "Kultusan" bahkan menghubungi tokoh-tokoh yang tidak dikenalnya melalui direct message (DM) Instagram dan membuat video sapaan personal untuk hampir 200 orang, agar mereka mau mendengarkan dan membagikan lagunya.
"Belum jadi siapa-siapa, makanya kita usahanya keras banget," ujar pria kelahiran Malang itu. Salah satu usahanya yang berhasil adalah saat Widi Puradiredja merespons dan mengundangnya untuk tampil mempromosikan lagunya.
Perjuangannya tidak hanya dilakukan secara daring, Sal Priadi juga mengetuk langsung pintu-pintu media secara luring. "Gue gak bohong, gue dateng ke kantor berita angkasa untuk bilang bahwa, 'Hai mas, saya Sal, saya mau main ke kantornya saya punya kenalan, saya punya lagu.' Gue beneran lakukan itu," beber Sal.
Musisi Harus Bisa Jadi “Storyteller”
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5164230/original/081989900_1742138315-20250316-Sal_priadi-ANG_5.jpg)
Sal Priadi berpendapat bahwa musisi di era sekarang tidak bisa lagi hanya mengandalkan kemampuannya bermain musik. "Hari ini aku rasa semua orang harus mulai menempatkan dirinya sebagai seorang storyteller," ujarnya sekaligus menjelaskan bahwa musisi juga perlu membangun sebuah atmosfer yang membuat orang merasa nyaman untuk berada di dalamnya.
"Mereka harusnya bukan cuman buat produk lagu. Semua nama-nama besar yang kita lihat yang berhasil make it, mereka tuh mampu jadi satu persona, jadi satu universe dimana orang-orang itu menikmati dia dengan berbagai irisan-irisan hal-hal yang mereka miliki di luar musik gitu," lanjut Sal.
Cara Hadapi Popularitas
Dalam menghadapi tekanan popularitas, Sal Priadi memiliki cara pandang tersendiri agar tidak mudah stres. Ia meyakini pentingnya memiliki tujuan yang lebih besar dari sekadar membicarakan diri sendiri sepanjang karier.
"Kalau lu cuman ngomongin diri lu doang sepanjang karir lu, lu akan cepet abis," kata Sal. Oleh karena itu, ia menyarankan musisi untuk menemukan misi lain yang lebih besar, seperti misi budaya atau memajukan ekosistem musik.
"Jadi gedein cost-nya supaya lu gak cuman ngomong soal diri lu, tapi lu akan ngomongin hal yang lebih besar dibanding lu dan dibanding musik lu, sehingga lu akan terus bergerak ke sesuatu yang lebih besar," pungkasnya.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8968722/original/090452400_1782980277-cek_fakta_-_tenaga_pendamping_masyarakat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562012/original/067915900_1776772441-Cek_fakta_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5379385/original/052320500_1760344361-Jakarta_Music_Con_by_Live_Avenue-D2-01-135.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8442423/original/051297200_1782335693-063_2283164257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9076838/original/076638200_1783028282-000_B8H386V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9072363/original/048211400_1783026161-000_B9476UW.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9072362/original/069449700_1783026157-000_B94788B.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8411138/original/071923000_1782295017-leao.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8369442/original/037177900_1782246021-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264052/original/051981800_1782069590-Spain_s_Lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260345/original/097053600_1781587471-spanyol.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261027/original/025366000_1781675161-AP26168084988387.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257805/original/092292600_1781257252-9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264149/original/054877000_1782096496-063_2282689905-Timnas_Mesir.jpg)